kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kenaikan bunga AS jegal efek rating Moody's ke rupiah


Jumat, 20 April 2018 / 16:27 WIB
Kenaikan bunga AS jegal efek rating Moody's ke rupiah
ILUSTRASI. Rupiah versus US Dollar


Reporter: Fauzan Zahid Abiduloh | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan rating Indonesia dari Moody's pekan lalu, belum berdampak pada nilai tukar rupiah. Rencana bank sentral AS Federal Reserve menaikkan bunga acuannya (FFR) sampai tiga kali di tahun ini masih menjadi faktor utama pelemahan rupiah. 

Mengutip kurs rupiah antarbank di Bank Indonesia (JISDOR), hari ini (20/4) rupiah melemah ke Rp 13.804 per dollar AS, dari posisi kemarin Rp 13.778. Padahal, kurs rupiah memulai bulan ini dengan Rp 13.765.

Rupiah tak kunjung bertaji meski pekan lalu Moody's menyematkan rating Indonesia Baa2 dengan outlook stabil.  

"Tidak bisa dilihat serta merta, bahwa dengan adanya rating Moody's dan kondisi makroekonomi kita yang positif, bisa menahan pelemahan lebih dalam. Negara lain pun mengalami pelemahan," kata Dody Budi Waluyo, Deputy Gubernur BI yang baru saja dilantik hari Rabu kemarin (19/4).

Menurut Dody, apa yang harus diapresiasi adalah bagaimana pelemahan berlanjut dari rupiah bisa tertahan.

"Dengan risiko kenaikan Federal Fund Rating (FFR) hingga empat kali, stabilitas rupiah yang tetap terjaga harusnya lebih dapat diapresiasi," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×