kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

KEN: Subsidi BBM tetap perlu


Senin, 10 Desember 2012 / 12:48 WIB
ILUSTRASI. Kandungan Nutrisi dan Manfaat Sawi untuk Kesehatan Tubuh


Reporter: Farrel Dewantara | Editor: Edy Can


JAKARTA. Komite Ekonomi Nasional (KEN) mengatakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) tetap perlu. Hanya saja, Ketua KEN Chairul Tanjung menyatakan, pemberian subsidi BBM tersebut harus tepat sasaran.

Chairul beralasan, kenaikan harga BBM subsidi akan berdampak pada warga miskin. "Nah, hal ini tentu akan mengganggu konsumsi domestik kita yang nantinya akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," katanya, Senin (10/12).

KEN memprediksikan konsumsi domestik akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi 2013 mendatang ketimbang investasi dan ekspor. Kontribusi belanja rumah tangga terhadap ekonomi sebesar 2,6%-2,9%, sedangkan investasi 2,7%-2,9%, dan ekspor hanya 0,0%-0,2%.

Menurut Chairul, pemerintah harus melarang kelas menengah ke atas atau orang yang tidak miskin untuk menggunakan BBM bersubsidi. "Kalau orang sudah bisa membeli mobil pribadi berarti dia sudah bisa dikatakan tidak miskin," ujarnya.

Asal tahu saja, pemerintah berniat menaikkan harga BBM subsidi. Ini lantaran konsumsi BBM subsidi telah memberatkan anggaran. Sejumlah ekonom juga telah menyarankan pemerintah segera menaikkan harga BBM subsidi pada 2013 mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×