kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Kemungkinan korban selamat sangat kecil


Kamis, 10 Mei 2012 / 10:34 WIB
ILUSTRASI. Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan COVID-19 Jayapura menyiapkan peralatan tes Covid-19 untuk pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jayapura, Papua, Rabu (22/7/20). ANTARA FOTO/Indrayadi TH.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Test Test

JAKARTA. Badan SAR Nasionas (Basarnas) memperkirakan kemungkinan tidak ada penumpang yang dapat selamat dari jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. Mengingat pesawat jatuh dari ketinggian 6.000 kaki.

"Kami belum tahu apa masih ada yang hidup, kalau ketinggian 6.000 feet jatuh, saudara tahu kan seperti apa," ujar Deputi Operasi Basarnas, Mayjen TNI Hadi L, Kamis (10/5).

Hadi menyebutkan, pesawat pabrikan Rusia itu jatuh berada di ketinggian 5.200 feet, posisi di puncak Gunung Salak. Meski tampak terlihat kondisi pesawat masih utuh, tetapi sebenarnya pesawat dalam kondisi hancur.

Basarnas saat ini menuju lokasi, bahkan helikopter Superpuma pun sudah dikerahkan melakukan evakuasi. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintah proses evakuasi secepat mungkin. Terlebih untuk menyelamatkan korban jiwa.

Pasalnya, dari 50 penumpang pesawat Sukhoi Superjet100, sebagian besar adalah Warga Negara Indonesia. Ada sejumlah jurnalis turut ikut dalam joyflight tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×