kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Kemungkinan korban selamat sangat kecil


Kamis, 10 Mei 2012 / 10:34 WIB
ILUSTRASI. Tim Gugus Tugas Percepatan dan Pencegahan COVID-19 Jayapura menyiapkan peralatan tes Covid-19 untuk pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jayapura, Papua, Rabu (22/7/20). ANTARA FOTO/Indrayadi TH.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Test Test

JAKARTA. Badan SAR Nasionas (Basarnas) memperkirakan kemungkinan tidak ada penumpang yang dapat selamat dari jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. Mengingat pesawat jatuh dari ketinggian 6.000 kaki.

"Kami belum tahu apa masih ada yang hidup, kalau ketinggian 6.000 feet jatuh, saudara tahu kan seperti apa," ujar Deputi Operasi Basarnas, Mayjen TNI Hadi L, Kamis (10/5).

Hadi menyebutkan, pesawat pabrikan Rusia itu jatuh berada di ketinggian 5.200 feet, posisi di puncak Gunung Salak. Meski tampak terlihat kondisi pesawat masih utuh, tetapi sebenarnya pesawat dalam kondisi hancur.

Basarnas saat ini menuju lokasi, bahkan helikopter Superpuma pun sudah dikerahkan melakukan evakuasi. Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintah proses evakuasi secepat mungkin. Terlebih untuk menyelamatkan korban jiwa.

Pasalnya, dari 50 penumpang pesawat Sukhoi Superjet100, sebagian besar adalah Warga Negara Indonesia. Ada sejumlah jurnalis turut ikut dalam joyflight tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×