kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Kemtan meluncurkan dua varietas padi baru


Senin, 21 Agustus 2017 / 16:18 WIB
Kemtan meluncurkan dua varietas padi baru


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kementerian Pertanian (Kemtan) meluncurkan dua varietas padi GST (Green Super Rice), atau varietas padi dengan daya hasil tinggi dan ramah lingkungan. Varietas padi tersebut adalah Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR.

"Kami baru saja meluncurkan varietas padi baru dengan produktivitas 10 ton per hektare, tetapi itu yang untuk hama wereng," jelas Andi Amran Sulaiman kepada media, Senin (21/8).

Varietas padi ini mampu mengurangi penggunaan pestisida, pupuk kimia, dan air. Bahkan, varietas padi ini mampu berproduksi tinggi dalam kondisi sub-optimum, seperti kekeringan dan kebanjiran (amphibi). Diharapkan, varietas ini dapat mengatasi masalah yang muncul akibat perubahan iklim global.

Kedua varietas tersebut memiliki potensi hasil sekitar 10 ton per hektar pada kondisi uji multi lokasi. Hasil lebih tinggi mungkin diperoleh dengan pemberian kondisi lingkungan yang lebih optimal bagi tanaman. Pada kondisi pemberian pupuk 75 % dari dosis rekomendasi PHSL, kedua varietas ini masih mampu menghasilkan 5,2 ton per hektar dan 6,71 ton per hektar dibandingkan Ciherang yang hanya memberikan hasil 4,7 ton per hektare.

Inpari 42 Agritan GSR dan Inpari 43 Agritan GSR, juga memiliki randemen beras tinggi atau lebih dari 65%. Umur kedua varietas tersebut lebih cepat berbuah 3-5 hari dari Ciherang. Kedua varietas tersebut bertipe malai lebat dengan posisi malai di tengah daun bendera, sehingga terhindar dari serangan burung. Kedua varietas ini juga lebih baik dibandingkan tanaman lain saat hama wereng menyerang sawah beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×