CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Kempera siapkan jurus tangkis kenaikan BBM


Kamis, 20 Juni 2013 / 09:04 WIB
ILUSTRASI. Batubara milik PT Bukit Asam Tbk di Palembang,


Reporter: Fahriyadi | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Lonjakan harga material bangunan bakal terjadi seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, Kementerian Perumahan Rakyat (Kempera) sudah punya jurus agar harga rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tak ikut bergejolak.

Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz, menyatakan, harga material bisa semakin mahal setelah kenaikan harga BBM bersubsidi karena terpengaruh biaya angkutan. Mengingat, sarana transportasi material bangunan ada yang menggunakan BBM bersubsidi dan tidak bersubsidi. "Harga bangunan akan naik, dan ujungnya harga rumahnya juga kian mahal," ujar Djan, Rabu (19/6).

Deputi Bidang Pembiayaan Kempera, Sri Hartoyo, bilang, meskipun harga rumah di industri properti meningkat, pihaknya akan mempertahankan bandrol rumah murah yang saat ini Rp 95 juta per unit. Pemerintah akan menyiasati kenaikan harga material bangunan dan tetap mempertahankan harga jual rumah dengan cara meminimalisir kualitas finishing rumah, seperti lantai dan dindingnya. "Tahun ini tetap, tapi untuk tahun depan, akan dievaluasi kembali," jelasnya.

Sri menilai komponen material bangunan rumah yang akan melonjak kemungkinan hanya beton dan semen, sedangkan yang lain kenaikannya tak terlalu berpengaruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×