kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemhub akan undang swasta kelola pelabuhan


Minggu, 09 Oktober 2016 / 11:30 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berancana akan memberikan kesempatan sebanyak mungkin kepada pihak swasta untuk membangun dan mengelola pelabuhan. Dalam waktu dekat, akan ada tiga daerah yang pengelolaan pelabuhanya diberikan kepada swasta.

“Kami tetapkan daerahnya, mereka beli tanahnya sendiri nantii kami kasih izin (pengelolaan) pelabuhannya,” ujar Budi saat jumpa pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (7/10).

Ia menuturkan, Kemenhub sangat serius untuk melibatkan banyak swasta dalam pengelolaan pelabuhan. Sebab, Budi menilai anggaran pembangunan atau pengelolaan pelabuhan sangat terbatas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya.

Meski begitu, bukan berarti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak punya andil lagi. Sebab Kemenhub juga terus memberikan kesempatan BUMN pelabuhan yakni Pelindo I, II, II dan IV untuk mengelola pelabuhan dan memperbaiki layanan di pelabuhan yang saat ini sudah dikelola.

“Tadi saya bahas dengan Pelindo ada delapan pelabuhan yang akan dikerjakan Pelindo dan Desember selesai, didahului kerjasama dan kita akan lakukan konsesi,” kata Budi.

HIngga saat ini, pelabuhan di Indonesia berjumlah 1.241. Dari jumlah itu, 112 pelabuhan dikelola oleh BUMN yakni Pelindo I-IV. Sedangkan sisanya dikelola sendiri oleh Kementerian Perhubungan lewat Unit Pelaksana Tugas (UPT). (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×