kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Kemenkeu: Arah Kebijakan Pembiayaan Utang 2023 Akan Prudent dan Akuntabel


Selasa, 07 Februari 2023 / 13:20 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Dan Risiko Kemenkeu Suminto  


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan arah pembiayaan utang tahun ini akan dijalankan secara fleksibel, oportunistik, namun tetap prudent dan akuntabel.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan untuk menghadapi tantangan pembiayaan utang tahun ini, pemerintah akan melakukan berbagai strategi.

Diantaranya melakukan optimalisasi pembiayaan non utang termasuk dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL), komposisi tenor yang optimal, dengan tetap mempertimbangkan selera investor dan risiko yang terukur.

Baca Juga: Ini Modal Indonesia Tetap Tumbuh Kuat pada 2023 di Tengah Melambatnya Ekonomi Global

Kemudian, melakukan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dengan waktu yang tepat dalam kondisi pasar yang kondusif. Lalu mengoptimalisasi SBN ritel dalam rangka pendalaman domestik. Terakhir, pemanfaatan fleksibilitas pinjaman program atau tunai.

Suminto mengatakan, terdapat tiga tantangan yang akan dihadapi pemerintah dalam melakukan pembiayaan utang tahun ini. 

Pertama, risiko global yakni normalisasi kebijakan The Fed karena menaikkan suku bunganya sehingga akan berpengaruh pada pasar SBN dan akhirnya berdampak pada yield SBN dan juga demand SBN.

Kemudian konflik Rusia dan Ukraina yang masih berlanjut juga akan menjadi tantangan sebab akan mempengaruhi harga komoditas dan juga inflasi.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,31% pada 2022, Ini Respons Sri Mulyani




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×