kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Kemenkes: 43 pasien negatif, 4 pasien lainnya masih pemeriksaan virus corona


Kamis, 06 Februari 2020 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Warga menggunakan masker saat penyuluhan tentang virus Korona di Jakarta, Rabu (5/2). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan wabah Virus Korona akan menekan perekonomian Indonesia sekitar 0,1 hingga 0,29 %. KONTAN/Cheppy


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Anung Sugihantono mengatakan, pihaknya telah memeriksa 47 spesimen pasien dari 28 rumah sakit. Hasilnya dari jumlah itu, sebanyak 43 spesimen yang diperiksa negatif corona.

"Hasilnya 43 spesimen dinyatakan negatif, empat dalam proses pemeriksaan," kata Anung dalam teleconference dengan awak media di Kemenkes, Kamis (6/2).

Anung mengatakan, pemeriksaan spesimen dilakukan di Badan Litbang Kemenkes di antaranya diambil dari dahak dan swab.

Selain itu, Anung mengatakan, kondisi WNI yang diobservasi dan dikarantina saat ini dalam keadaan sehat. Mereka menjalani aktivitas seperti biasanya.

Baca Juga: Beberapa yang diobservasi di Natuna mengeluhkan gangguan kesehatan

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Wiendra Waworuntu mengatakan, pihaknya akan meningkatkan kapasitas dokter dan laboratorium Rumah Sakit di daerah.

Peningkatan kapasitas ini dilakukan dalam rangka meningkatkan skill tenaga medis, termasuk dalam menangani virus corona.

"Besok pertemuan-pertemuan untuk meningkatkan kapasitas dan persiapan apa-apa yang perlu dipersiapkan," kata Wiendra.

Ia menyebutkan, peningkatan ini bukan berarti Kemenkes belum pernah melakukan pelatihan. Akan tetapi untuk lebih meningkatkan kapabilitas dan kualitas baik dokter, tenaga medis lainnya, dan laboratorium rumah sakit.

"Kita akan lebih menguatkan lagi teman-teman di daerah, harapannya di daerah bisa mendiagnosis (virus corona)," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×