kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Kemenhub pastikan Lion Air bukan anak emas


Senin, 23 Februari 2015 / 21:02 WIB
ILUSTRASI. Kurs rupiah Jisdor melemah 0,58% terhadap dolar AS dalam sepekan hingga Jumat (8/9).


Sumber: TribunNews.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tidak membeda-bedakan dalam memperlakukan setiap maskapai penerbangan nasional. Pemberian sanksi pun akan dilayangkan ke manajemen jika terjadi pelanggaran.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo untuk membantah adanya pandangan Lion Air merupakan anak emas Kemenhub.

"Kalau anak emas, tidak akan dikenakan sanksi kan. Ini buktinya Lion Air kena sanksi pembekuan rute yang 21 hari tidak dipakai," kata Suprasetyo, Senin (23/2).

Seperti diketahui pendiri maskapai berlambang kepala singa merah ini yaitu Rusdi Kirana yang kini menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Namun, Direktur Bandara Lion Air Daniel Putut Koncoro Adi menyakinkan bahwa Rusdi tidak ikut campur dalam persoalan yang Lion hadapi saat ini.

"Beliau fokus ke pemerintahan. Beliau hanya berpesan (agar manajemen) untuk diselesaikan sebaik-baiknya," ujarnya.

Pada Rabu (18/2) hingga Jumat (20/2) ribuan penumpang Lion gagal terbang akibat adanya kerusakan beberapa pesawatnya. Atas kejadian ini, Kemenhub hanya memberikan sanksi pembekuan izin rute Lion yang sudah tidak digunakan selama 21 hari. (Seno Tri Sulistiyono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×