kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.342   76,00   0,44%
  • IDX 7.075   2,99   0,04%
  • KOMPAS100 955   0,56   0,06%
  • LQ45 683   0,66   0,10%
  • ISSI 255   -0,25   -0,10%
  • IDX30 379   0,85   0,23%
  • IDXHIDIV20 465   1,91   0,41%
  • IDX80 107   0,07   0,07%
  • IDXV30 136   0,90   0,67%
  • IDXQ30 121   0,29   0,24%

Kemenhaj Peringatkan KBIHU Utamakan Keselamatan Usai Kecelakaan Bus Jemaah di Madinah


Rabu, 29 April 2026 / 13:03 WIB
Kemenhaj Peringatkan KBIHU Utamakan Keselamatan Usai Kecelakaan Bus Jemaah di Madinah
ILUSTRASI. Kemenhaj mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mengutamakan keselamatan jemaah.(KONTAN/Siti.Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk mengutamakan keselamatan jemaah menyusul insiden kecelakaan bus rombongan haji Indonesia di kawasan Jabal Magnet, Madinah, Selasa (28/4/2026) waktu Arab Saudi.

Insiden tersebut melibatkan bus yang membawa jemaah kloter embarkasi Surabaya (SUB-2) dan bus rombongan kloter Jakarta Selatan (JKS-1).

Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh. Hasan Afandi menjelaskan, kecelakaan melibatkan bus jemaah SUB-2 yang dikelola KBU Nurul Haramain Probolinggo dengan bus JKS-1 yang dikelola KBU Al-Azhar.

Baca Juga: Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Jabal Magnet Madinah, 10 Orang Luka-Luka

Berdasarkan laporan yang diterima, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB saat bus SUB-2 yang tengah melaju menabrak bagian samping bus JKS-1 di sekitar Jabal Magnet.

“Kronologi yang kami terima, pada 28 April 2026 pukul 10.30 WIB bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1,” ujar Hasan dalam konferensi pers, Rabu (29/4/2026).

Akibat kejadian tersebut, tujuh jemaah dari kloter JKS-1 mengalami luka-luka. Selain itu, dua jemaah dari SUB-2 serta seorang pengurus KBU Nurul Haramain turut menjadi korban.

Hasan memastikan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian besar jemaah yang mengalami luka telah kembali bergabung dengan rombongan masing-masing usai menjalani perawatan.

Namun, hingga kini masih terdapat satu jemaah yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Hayat, Madinah, yakni Sri Sugihartini (60), anggota kloter SUB-2.

Menyikapi insiden tersebut, Hasan menegaskan Kemenhaj telah menyediakan fasilitas ziarah resmi bagi jemaah ke sejumlah lokasi ibadah di Madinah, seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud.

Baca Juga: Kemenhaj Imbau Jemaah Haji Tak Bawa Barang Berbahaya hingga Barang Titipan

Karena itu, ia meminta seluruh KBIHU untuk selalu berkoordinasi aktif dengan petugas resmi dalam setiap aktivitas pendampingan jemaah.

“Kami tegaskan kepada seluruh kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah untuk berkoordinasi aktif dengan petugas resmi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh KBIHU mematuhi ketentuan yang berlaku serta menempatkan keselamatan dan kepentingan jemaah di atas segalanya.

Selain itu, Kemenhaj melarang KBIHU menawarkan paket wisata tambahan yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan ibadah jemaah maupun melakukan pungutan tambahan dalam bentuk apa pun.

Hasan menegaskan, Kemenhaj tidak akan ragu memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional bagi KBIHU yang terbukti melanggar, terutama jika pelanggaran tersebut mengabaikan aspek keselamatan jemaah.

“Apabila masih ditemukan pelanggaran, terlebih yang mengabaikan keselamatan jemaah, maka kami tidak akan ragu mencabut izin operasional KBU yang bersangkutan. Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×