kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kemendag Bakal Revitalisasi 13 Pasar Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 75 Miliar


Minggu, 25 Februari 2024 / 11:18 WIB
Kemendag Bakal Revitalisasi 13 Pasar Tahun Ini, Alokasi Anggaran Rp 75 Miliar
ILUSTRASI. Program revitalisasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan berlanjut di tahun 2024. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/07/01/2017.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program revitalisasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan berlanjut di tahun 2024. 

Hanya, tahun ini anggaran untuk program tersebut turun menjadi Rp 75 miliar dan akan digunakan untuk revitalisasi 13 pasar tradisional di Indonesia. 

"Anggaran 2024 ini turun dari tahun lalu sekarang tinggal Rp 75 miliar itu paling hanya untuk 13 pasar di seluruh Indonesia," kata Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kemendag Sri Sugy Atmanto pada media usai Raker Kemendag di Semarang, Jumat (23/2). 

Meski begitu, Sugy belum dapat menyebutkan detil pasar mana saja yang nantinya akan direvitalisasi.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Harga Pangan Pokok Beras, Gula Hingga Jagung Kompak Naik

Pihaknya menegaskan saat ini Kemendag masih menjalankan proses review dalam rangka penetapan pasar mana yang akan mendapatkan revitalisasi. 

"Jadi masih belum penentuan, ini masih proses," jelas Sugy. 

Sugy mengakui bahwa program revitalisasi saat ini sudah bukan menjadi target pembangunan seperti tahun pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat. Sehingga anggaran untuk program ini terus dipangkas dan diprioritaskan terhadap sedikit pasar.

Sugi mengatakan pada kepemimpinan Jowowi awal menjabat, pasar yang sudah berhasil direvitalisasi berkisar 5.000 pasar. Capaian tersebut maksimal lantaran masuk dalam terget pembangunan. 

Sementara pada periode kedua Jokowi menjabat, Pemerintah tidak mematok target revitalisasi pasar. Hanya, tetap dianggarkan melalui dua mekanisme yaitu mekanisme bantuan dari Kemendag dan dana alokasi khusus dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang dikirimkan ke pemerintah daerah untuk program revitalisasi pasar ini. 

"Jadi tidak hanya dikerjakan Kemendag tapi ada dana alokasi khusus langsung dari kemenkeu ke daerah tapi mekanisme yang ini bukan di kami kalau itu," jelas Sugy. 

Baca Juga: Soal Rencana Perluasan Harga Gas Khusus Industri, Begini Tanggapan Kementerian ESDM

Selain itu, Kemendag juga bekerja sama dengan Kementerian Peekrjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk pembangunan pasar yang nilai anggarannya di atas Rp 12 miliar. 

Pembangunan pasar besar sudah dilaksanakan di beberapa daerah seperti di Solo, Semarang, Trenggalek, Bukit Tinggi dan Malang. Pasar-pasar tersebut dikerjakan bersama-sama dengan Kementerian PUPR karena memiliki nilai anggaran yang besar.

"Itu pasar yang dikerjakan PUPR karena nilai anggarannya besar," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×