kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.953   12,00   0,07%
  • IDX 5.912   -23,66   -0,40%
  • KOMPAS100 762   -3,19   -0,42%
  • LQ45 587   -4,31   -0,73%
  • ISSI 206   -0,48   -0,23%
  • IDX30 326   -3,26   -0,99%
  • IDXHIDIV20 420   -3,18   -0,75%
  • IDX80 87   -0,40   -0,46%
  • IDXV30 115   -0,32   -0,27%
  • IDXQ30 107   -1,14   -1,06%

Karhutla Masih Melanda 639 Hektare Lahan di Enam Provinsi, Kalteng Terluas


Selasa, 13 Oktober 2026 / 09:14 WIB
Karhutla Masih Melanda 639 Hektare Lahan di Enam Provinsi, Kalteng Terluas
ILUSTRASI. Kebakaran Hutan / Karhutla (REUTERS/Abriansyah Liberto)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia dengan total area terbakar mencapai 639,23 hektare. Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan kebakaran terluas, seiring ditemukannya titik api baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, pemerintah memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

“Dari enam provinsi prioritas lahan gambut, untuk hari ini yang terbakar dan masih ditangani oleh satgas di lapangan jumlahnya 639,23 hektare. Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah,” ujar Suharyanto dalam keterangan resminya, Selasa (13/10/2026).

Menurut Suharyanto, luas kebakaran di Kalimantan Tengah mencapai 513,89 hektare. Luasan tersebut bertambah setelah petugas menemukan titik api baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, yang berada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Seruyan.

Baca Juga: Skema Pembayaran Utang Pajak Baru Berlaku 2 Oktober, Prioritas Lunasi Pokok Utang

Untuk mengendalikan kebakaran, pemerintah mengoptimalkan pemadaman melalui operasi darat dan udara. BNPB mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing atau pengeboman air, terutama di kawasan yang sulit dijangkau oleh petugas di lapangan.

Sejumlah wilayah menjadi sasaran operasi udara, antara lain Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Tanjung Puting di Pangkalan Bun, serta Halmahera Timur di Maluku Utara.

Namun, pelaksanaan pemadaman melalui udara masih menghadapi kendala cuaca dan jarak pandang. Suharyanto mengungkapkan, kondisi tersebut membuat helikopter water bombing belum dapat beroperasi di Kalimantan Tengah. Untuk sementara, penanganan karhutla di wilayah tersebut lebih mengandalkan operasi darat.

Sementara itu, operasi udara di Sumatra Selatan baru dapat dilaksanakan pada Senin (12/10/2026). BNPB juga menyiapkan tambahan armada pesawat guna memperkuat upaya pemadaman, yang akan dikombinasikan dengan operasi modifikasi cuaca.

“Untuk Kalimantan Tengah menggunakan empat pesawat dan Sumatra Selatan menggunakan dua pesawat dari Pangkal Pinang,” kata Suharyanto.

Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Pastikan Penerbangan Langsung ke Arab Saudi Normal

BNPB Pantau Potensi Hujan untuk Tekan Karhutla

Selain mengintensifkan pemadaman, pemerintah memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Potensi hujan alami pada pertengahan Oktober hingga November diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dan luasan kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, BNPB menegaskan bahwa upaya penanganan karhutla akan terus dioptimalkan hingga musim hujan tiba. Pengerahan personel serta dukungan operasi darat dan udara tetap menjadi langkah utama untuk mengendalikan kebakaran di enam provinsi prioritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×