kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Kadin: Relokasi investasi bisa jadi langkah antisipasi perang dagang


Jumat, 07 Juni 2019 / 08:20 WIB


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berbagai dampak akibat perang dagang terus menghantam Indonesia. Beberapa upaya telah disiapkan untuk mengantisipasi perang dagang yang semakin memanas.

Ketua Kadin Rosan P Roeslan menjelaskan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China walaupun tidak terlalu berdampak ke Indonesia tetap harus berupaya untuk mengantisipasi dampaknya.

"Indonesia masih kecil sekali menjadi bagian global value change, tapi seperti negara lain di ASEAN seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand baru terdampak cukup besar," jelasnya saat Halal bi Halal di kediamannya, Kamis (6/6).

Rosan menjelaskan Indonesia telah melakukan upaya menarik relokasi investasi yang kebanyakan masuk ke negara ASEAN lain seperti Vietnam, Malaysia, Bangladesh dan Thailand.

Selain itu, Rosan mengakui saat ini pemerintah telah mencoba menyasar pasar ekspor lain seperti Afrika khususnya di Nigeria dan Kenya serta Timur Tengah dengan menawarkan variasi produk ekspor lebih banyak. Namun upaya ini tetap perlu waktu.

Hingga saat ini Rosan menyatakan pengusaha sudah banyak melakukan antisipasi dengan menjaga konsumsi domestik atau daya beli dan juga investasi. Sebab menurutnya investasi berkontribusi 34% pada pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Rosan berharap Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku yang diimpor. Sebab kontribusi impor bahan baku cukup tinggi sebesar 76%. "Jadi diharapkan raw material bisa dibeli di kita saja untuk mengurangi defisit neraca berjalan," ujarnya.

Namun di tengah perang dagang yang semakin panas ada sektor yang berhasil mendapat cuan. Rosan memberi contoh ekspor perusahaan tekstil naik 25%-30% karena barang lebih menarik dan harganya kompetitif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×