kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Kadin: Pertumbuhan Ekonomi 5,47% Belum Sepenuhnya Dinikmati Pelaku Usaha


Jumat, 06 November 2026 / 18:55 WIB
Kadin: Pertumbuhan Ekonomi 5,47% Belum Sepenuhnya Dinikmati Pelaku Usaha
ILUSTRASI. Kadin menilai pertumbuhan ekonomi 5,47% pada kuartal III-2026 belum merata, terutama bagi UMKM dan industri padat karya. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,47% pada kuartal III-2026 dinilai menjadi sinyal positif bagi ketahanan perekonomian nasional. Namun, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh pelaku usaha, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri padat karya.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi, dan Pemberdayaan Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Erwin Aksa mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut sejalan dengan peningkatan produksi di sejumlah sektor manufaktur.

"Kadin Indonesia menyambut positif pertumbuhan ekonomi sebesar 5,47% pada kuartal III-2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa perekonomian nasional masih memiliki daya tahan dan aktivitas ekonomi secara agregat terus berkembang di tengah ketidakpastian global," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (6/11/2026).

Baca Juga: Pemerintah Terbitkan Sukuk Global US$ 3 Miliar, Permintaan Tembus 2,9 Kali

Menurut Erwin, perbaikan aktivitas bisnis secara umum ditopang oleh kinerja industri manufaktur dan perdagangan, serta kuatnya permintaan domestik dan investasi penanaman modal tetap bruto (PMTB).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 November 2026, seluruh 17 kategori lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi berasal dari sektor akomodasi dan makan minum sebesar 11,22%, diikuti perdagangan sebesar 7,14% dan industri pengolahan sebesar 5,87%.

Meski demikian, Erwin menyoroti masih terbatasnya pertumbuhan sejumlah sektor strategis. Sektor pertanian, misalnya, hanya tumbuh 0,46%, sedangkan pertambangan mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,91%.

Di sisi lain, pelaku UMKM dan industri padat karya masih menghadapi berbagai tekanan usaha. Mulai dari kenaikan biaya operasional dan logistik, mahalnya bahan baku impor akibat fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga persaingan dengan produk impor.

Kondisi tersebut membuat peningkatan pertumbuhan ekonomi secara agregat belum tentu berbanding lurus dengan perbaikan kinerja seluruh perusahaan.

"Jadi, angka pertumbuhan 5,47% bukan berarti seluruh perusahaan mengalami peningkatan penjualan atau keuntungan sebesar itu," tegasnya.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih Digugat ke MK, Pemohon Soroti Beban Dana Desa

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pemerataan manfaatnya, Erwin mendorong pemerintah memprioritaskan tiga agenda utama. Ketiganya meliputi menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan daya saing industri, serta memperkuat keberlanjutan UMKM.

Selain itu, konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,04% perlu terus dijaga sebagai salah satu penopang perekonomian nasional. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengendalian inflasi, khususnya harga kebutuhan pokok, serta peningkatan pendapatan masyarakat secara menyeluruh.

Erwin menegaskan, tantangan pemerintah berikutnya bukan hanya mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi, melainkan memastikan dampaknya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.

"Pertumbuhan ekonomi 5,47% adalah capaian positif, tetapi pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar terasa sampai ke tingkat rumah tangga, pekerja, dan UMKM," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×