kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jokowi Tetapkan 14 PSN Baru yang Tersebar di Berbagai Wilayah, Ini Rinciannya


Senin, 25 Maret 2024 / 10:39 WIB
Jokowi Tetapkan 14 PSN Baru yang Tersebar di Berbagai Wilayah, Ini Rinciannya
ILUSTRASI. Pemerintah menetapkan 14 proyek strategis nasional (PSN) baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menetapkan 14 proyek strategis nasional (PSN) baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut diputuskan saat rapat internal Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menteri di Istana Negara pada Senin (18/3).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pendanaan 14 PSN baru murni oleh swasta. PSN baru tersebut akan menciptakan lapangan kerja dan tidak membutuhkan APBN.

"Dan ini disetujui oleh presiden dan ada PSN baru penyesuaian nomenklatur dan perubahan dari ruang lingkup PSN itu sendiri,” ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/3).

Baca Juga: Pemerintah Umumkan 14 PSN Baru, Dorong Pembangunan Merata Berbagai Sektor

Dihubungi secara terpisah, Staf Khusus Menko Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, banyak PSN baru yang merupakan Kawasan Industri (KI). Sehingga yang dicatat oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) adalah potensi maksimal sekiranya seluruh kawasan sudah terisi oleh para tenant yang diperkirakan akan masuk di kawasan industri tersebut.

Berdasarkan asumsi di kawasan industri tersebut, maka total investasi maksimal di kawasan industri maupun yang bersifat proyek akan mencapai Rp 1.400 triliun. 

"Namun untuk waktu dekat, kawasan industri yang dibangun oleh pengusul PSN dan beberapa proyek infrastruktur PSN bisa mencapai total Rp 466 triliun," ungkap Wahyu kepada Kontan, Jumat (22/3).

Pengembangan 14 PSN baru tersebut dilakukan di sejumlah daerah yakni di Kepulauan Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. 

Adapun, pengembangan 14 PSN baru tersebut terdiri dari 8 Kawasan Industri, 2 Kawasan Pariwisata, 2 Jalan Tol, 1 Kawasan Pendidikan, Riset dan Teknologi, Kesehatan, serta 1 Proyek Migas Lepas Pantai.

Menteri ATR/Kepala BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pembangunan selama ini selalu berhadapan dengan pengadaan lahan. Hal ini juga terkait adanya masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi yang ingin dibangun. 

Ia bilang, Kementeriannya akan menelusuri terlebih dahulu kondisi lapangan sebelum mengeluarkan sertifikat. Hal ini agar masyarakat terdampak mendapatkan ganti rugi yang layak dari negara. 

Baca Juga: Masuk Proyek Strategis Nasional, Nilai Investasi PIK dan BSD Capai Rp 83,54 Triliun

Dalam prosesnya, AHY juga memastikan bahwa pengadaan tanah untuk lokasi PSN tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Tanah yang akan digunakan harus berstatus clean and clear.

"Yang jelas prinsipnya adalah bagaimana kita ingin pembangunan PSN ini berjalan dengan lancar, progresif, lebih cepat, lebih bagus," ucap AHY.

Sebagai informasi, berikut 14 PSN baru : 

1. Pengembangan Pantai Indah Kapuk Tropical Coastland

2. Pengembangan Kawasan Terpadu di Bumi Serpong Damai (BSD)

3. Proyek North Hub Development Project Lepas Pantai Kalimantan Timur

4. Pengembangan Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate Sulawesi Tengah

5. Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Subang

6. Pengembangan Kawasan Industri Giga Industrial Park, Sulawesi Tenggara

Baca Juga: Emiten Semen Torehkan Kinerja Positif pada 2023, Simak Rekomendasi Analis

7. Pengembangan Kawasan Industri Kolaka Resource, Sulawesi Tenggara 

8. Pengembangan Kawasan Industri Stargate Astra, Sulawesi Tenggara

9. Pengembangan Kawasan Pesisir Surabaya Water Front 

10. Pengembangan Kawasan Neo Energy Morowali, Sulawesi Tengah

11. Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang

12. Pengembangan Kawasan Industri Toapaya Bintan, Riau

13. Pengembangan Jalan Tol di Section Harbour Road II Jakarta Utara 

14. Pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×