kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Jokowi: Persoalan di Jiwasraya bukan masalah yang ringan


Rabu, 18 Desember 2019 / 14:32 WIB
ILUSTRASI. Warga melintas di depan kantor Asuransi Jiwasraya di Jalan Juanda, Jakarta, Rabu (11/12/2019). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BALIKPAPAN. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, bahwa persoalan yang kini dihadapi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Asuransi Jiwasraya adalah persoalan yang sudah lama sekali. Mungkin 10 tahun yang lalu, yang dalam 3 tahun ini pemerintah sebetulnya sudah ingin menyelesaikannya. 

“Tapi ini bukan masalah yang ringan,” kata Presiden Jokowi dalam pertemuan dengan wartawan di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (18/12) dikutip dari laman setkab.go.id. 

Baca Juga: Erick Thohir pasang target 6 bulan cari solusi gagal bayar Jiwasraya Rp 12,4 triliun

Menurut Presiden, sudah dilakukan rapat antara Kementerian BUMN dengan Kementerian Keuangan. “Yang jelas, gambaran solusinya sudah ada, kita tengah mencari solusi itu, sudah ada, masih dalam proses semua,” sambung Presiden. 

Alternatif penyelesaian itu, lanjut Presiden, memang masih dalam proses, dan diharapkan nanti segera terselesaikan. Tapi yang berkaitan dengan hukum, Presiden menegaskan, ranahnya memang sudah masuk. Kalau itu wilayah kriminal ya sudah masuk wilayah hukum. 

Menteri BUMN Erick Thohir yang hadir dalam kesempatan itu menambahkan, proses penyelesaian masalah di Jiwasraya itu nanti dengan restrukturisasi. Hal yang juga dilakukan terhadap BUMN lainnya, yaitu Krakatau Steel. 

Baca Juga: Jokowi sebut Asuransi Jiwasraya sudah bermasalah sejak era SBY

Namun karena masalah di Jiwasraya sudah terjadi mulai tahun 2006 yang kemudian terus meningkat sampai 2011, maka restrukturisasi itu, menurut Erick, memerlukan waktu. “Insyaallah  dalam 6 bulan ini kita persiapkan solusi-solusi, yang salah satunya dengan pembentukan holdingisasi pada perusahaan asuransi,” ujarnya. 

Dengan holdingisasi dharapkan ada cash flow yang juga membantu nasabah-nasabah yang hari ini belum mendapat kepastian. “Tapi penekanannya restrukturisasi, jadi prosesnya pasti berjalan,” kata Erick Thohir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×