kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi Minta Waspadai Over Produksi Barang dari China


Rabu, 09 Oktober 2024 / 13:08 WIB
Jokowi Minta Waspadai Over Produksi Barang dari China
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/10/2024).


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - TANGGERANG. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti masalah over produksi di China.

Menurutnya hal ini, dapat menjadi ancaman bagi semua negara termasuk Indonesia, lantaran China bisa saja membanjiri pasar domestik.

"Banyak negara yang sudah mulai khawatir dan bersiap melindungi pasar domestiknya, dari masuknya produk impor dari China yang masif dengan harga lebih murah," kata Jokowi dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2024, di ICE BSD, Tanggerang Selatan, Rabu (9/10).

Eks Gubernur DKI Jakarta ini juga bilang Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk besar harus mampu melindungi produk lokal di pasar domestik. Lebih dari itu, produk asli dalam negeri harus bisa menguasai pasar global.

Baca Juga: Indonesia Satu-satunya Negara Asia Pasifik yang Ekonominya Pulih Sebelum Pandemi

Untuk itu, Jokowi berpesan agar dalam melakukan pemasaran tidak lagi menggunakan cara-cara konvensional.

"Pemasaran harus juga masif lewat digital," jelasnya.

Jokowi mengingatkan bahwa saat ini kondisi ekonomi global belum kembali pulih. Mulai dari pertumbuhan ekonomi global yang hanya 2,6 - 2,7 %, inflasi yang masih berlanjut, hingga konflik geopolitik yang terus memanas.

Hal itu membuat banyak negara melakukan kebijakan restriksi perdagangan akan berbagai produk mereka. Sehingga membuat volume perdagangan global kian lesu.

"Setidaknya ada 19 negara uang melakukan ini, semua membuat perdagangan global jadi lesu," tutupnya.

Baca Juga: Kota Hantu di Tiongkok Juga Menjadi Masalah Besar Bagi Merek Mewah Eropa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×