kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.810   -18,00   -0,11%
  • IDX 8.122   90,39   1,13%
  • KOMPAS100 1.147   14,66   1,29%
  • LQ45 829   7,64   0,93%
  • ISSI 288   4,68   1,65%
  • IDX30 431   4,08   0,96%
  • IDXHIDIV20 517   4,09   0,80%
  • IDX80 128   1,43   1,13%
  • IDXV30 140   1,24   0,89%
  • IDXQ30 140   1,07   0,77%

Jokowi minta PNS netral selama pilkada


Kamis, 12 November 2015 / 11:44 WIB
Jokowi minta PNS netral selama pilkada


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini, Kamis (12/11) memimpin acara pemantapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagfai pihak yang terkait Pilkada, seperti gubernur, bupati, walikota, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta unsur keamanan.

Seperti yang disampaikan Staf Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, dalam sambutannya, Jokowi menekankan pentingnya pemerintah menjaga netralitas pelaksanaan Pilkada. Terutama pegawai negeri sipil (PNS) di berbagai daerah yang rawan jadi alat kampanye.

Termasuk di dalamnya pemimpin di daerah seperti gubernur, bupati/walikota harus memberi contoh kepada bawahannya.

"Kedepankan etika politik," ujar Jokowi di hadapan para pemimpin daerah,  Kamis (12/11) di Jakarta.

Presiden meminta agar masyarakat diajak berperan aktif menyukseskan demokrasi melalui Pilkada. Menurut Jokowi, pelaksanaan demokrasi harus diikuti dengan kegembiraan. Lebih lanjut, Jokowi juga bilang, peserta Pilkada harus siap menang dan siap kalah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×