kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.997   61,33   0,77%
  • KOMPAS100 1.128   11,67   1,04%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 282   4,03   1,45%
  • IDX30 426   0,03   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,50   -0,49%
  • IDX80 126   1,04   0,84%
  • IDXV30 139   0,17   0,12%
  • IDXQ30 139   -0,41   -0,30%

Jokowi minta ASEAN benahi keamanan lintas batas


Sabtu, 29 April 2017 / 17:09 WIB
Jokowi minta ASEAN benahi keamanan lintas batas


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta negara anggota ASEAN membenahi diri. Pembenahan tersebut, dia minta dilaksanakan dalam pelaksanaan berbagai macam kesepakatan yang dicapai antarnegara ASEAN.

Pembenahan kedua, yang dia ungkapkan dalam KTT ASEAN ke-30 di Filipina, adalah memunculkan rasa kesadaran dan saling memiliki antaranggota.

Ketiga, dia minta dilakukan dalam penyelesaian masalah keamanan. Dia meminta para pemimpin negara ASEAN untuk bersama-sama memberi perhatian besar untuk menyelesaikan persoalan keamanan di wilayah ASEAN.

Menurutnya, masalah keamanan di lintas batas ASEAN, seperti perompakan, radikalisme dan terorisme, pencurian ikan, dan kejahatan narkoba sudah perlu mendapatkan perhatian lebih.

"Pemimpin ASEAN harus memberikan perhatian besar terhadap upaya mengatasi kejahatan lintas negara tersebut. Jangan sampai kita terlambat. Saya ulangi, jangan sampai kita terlambat," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (29/4).

Bukan hanya di internal saja, Jokowi juga meminta negara anggota Asean bisa membawa Asean berperan aktif di kancah dunia. Di tengah rivalitas geopolitik yang menghangat, ingin ASEAN aktif memberikan solusi bagi dunia.

"Jangan biarkan ASEAN menjadi 'proxy' rivalitas kekuatan-kekuatan besar, ASEAN harus tetap menjadi  Kesatuan dan sentralitas. Itu kunci utama untuk menjadikan ASEAN sebagai organisasi yang dihormati," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×