kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Jokowi: Ada negara lain ganjal tax amnesty


Rabu, 27 Juli 2016 / 16:28 WIB
Jokowi: Ada negara lain ganjal tax amnesty


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengatakan, Program Pengampunan Pajak mulai diganjal negara lain. Tanpa menyebut negara lain yang dimaksudnya, Jokowi bilang, agen dari negara lain tersebut sudah mulai masuk ke Indonesia.

Jokowi mengatakan, agen-agen tersebut sudah menyusup ke Indonesia dan mempengaruhi agar uang masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri tidak dibawa pulang.

"Sudah ketemu di dua kota, dan kita harus hati-hati dengan negara ini. Ini perlu diantisipasi," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka Rabu (27/7).

Selain permasalahan tersebut, Jokowi mengatakan, pelaksanaan Program Pengampunan Pajak juga masih mendapat ganjalan dari kesiapan aparat pajak di lapangan. Berdasarkan temuan timnya di lapangan, dirinya masih menemukan banyak keluhan dari masyarakat mengenai kesiapan petugas di lapangan.

"Ada yang datang, orangnya tidak ada, orangnya ada tapi tidak bisa jelaskan," katanya.

Atas permasalahan itulah, Jokowi memberi peringatan kepada Kementerian Keuangan dan Ditjen Pajak untuk segera melakukan pembenahan, supaya program tersebut bisa sukses. "Ini program besar, ini harus berhasil," katanya.

Sekadar informasi, pemerintah membidik pemasukan negara sampai Rp 165 triliun maksimal dari program tax amnesty. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×