kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.949   -93,00   -0,52%
  • IDX 6.355   35,20   0,56%
  • KOMPAS100 837   4,81   0,58%
  • LQ45 636   0,77   0,12%
  • ISSI 220   1,91   0,87%
  • IDX30 357   -0,19   -0,05%
  • IDXHIDIV20 436   -2,38   -0,54%
  • IDX80 96   0,40   0,42%
  • IDXV30 120   -0,19   -0,16%
  • IDXQ30 114   -0,07   -0,06%

JK: Minyaknya murah, bahan makanan mahal


Sabtu, 30 Maret 2013 / 13:34 WIB
ILUSTRASI. Drakor Show Window: Queen's House, salah satu drama Korea perselingkungan yang dibintangi Jeon So Min


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kenaikan harga bawang dan cabai di pasaran dinilai karena kelirunya penerapan subsidi yang diterapkan Indonesia. Harga BBM dibuat murah, sedangkan bahan makanan mahal.

Menurut mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, subsidi BBM di Indonesia terlalu besar. Ini yang mengakibatkan subsidi di sektor lain tidak terurus, salah satunya subsidi di sektor pertanian.

"Ini akibat kebijakan ekonomi kita yang terbalik. Tidak ada di dunia yang punya ekonomi yang begini minyaknya murah, bahan makanannya mahal. Tidak ada di dunia yang seperti ini, cuma kita ini," kata Kalla di Jakarta, Jumat (29/3).

Kalla menyarankan, lebih baik jika subsidi dialihkan ke sektor pertanian, seperti subsidi untuk pengadaan bibit ataupun pupuk. Dengan memberikan subsidi yang besar terhadap sektor pertanian, kata dia, akan meningkatkan produktivitas petani. Hal ini secara tidak langsung akan menyeimbangkan harga kebutuhan makanan di pasaran.

"Inti pokoknya harga makanan harus lebih murah dibanding BBM. Subsidinya ke makanan, jangan ke BBM," ujar Kalla. (Alsadad Rudi/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×