kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Jika Harga Minyak US$ 80 per Barel, Harga BBM Subsidi Turun


Jumat, 31 Oktober 2008 / 15:30 WIB


Reporter:

JAKARTA. Melorotnya harga minyak dunia memicu pemerintah mempertimbangkan untuk menggunting harga bahan bakar minyak bersubsidi (BBM). Pemerintah pun menggulirkan rencana memangkas harga BBM bersubsidi pada tahun depan apabila harga rata-rata minyak mentah dunia berada di bawah US$ 80 per barel.

 Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan keputusan menurunkan harga BBM bersubsidi tergantung dari harga rata-rata minyak mentah di pasar internasional, tingkat nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat, dan jumlah subsidi yang masih dibutuhkan.

"Kala rata-rata harga crude oil terus turun, harga BBM bersubsidi bisa diturunkan," ujar Jusuf Kalla

Cuma, Wapres mengaku bahwa pemerintah belum memiliki taksiran persentase penurunan harga BBM bersubsidi. ""Kondisi ekonomi sudah berubah, kurs juga berubah, jadi perlu dihitung kembali berapa besar penurunannya," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×