kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.873   27,00   0,16%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Jepang tinjau ulang hubungan bisnis dengan RI


Sabtu, 03 Oktober 2015 / 20:13 WIB
Jepang tinjau ulang hubungan bisnis dengan RI


Sumber: TribunNews.com | Editor: Sanny Cicilia

TOKYO. Menteri Transportasi Jepang, Akihiro Ota sangat menyesalkan keputusan Indonesia yang menyerahkan proyek kereta cepat (shinkansen) kepada Tiongkok.

"Rencana Indonesia menyerahkan proyek kereta api cepat kepada Tiongkok sangatlah disesalkan," kata Akihiro Ota, Menteri Transportasi Jepang dalam konferensi pers, Jumat (2/9) sore di kantornya di Tokyo.

Oleh karena itu mulai sekarang Ota akan meninjau kembali semua hubungan bisnis dengan Indonesia terutama di bidang pertanahan, infrastruktur dan transportasi yang dibidanginya.

"Kami akan meninjau ulang semua bisnis Jepang dengan Indonesia di bidang yang saya tangani ini, khususnya mengenai kereta api berkecepatan tinggi," tambahnya.

Meskipun telah dijelaskan dengan baik oleh pihak Indonesia, Ota masih tidak mengerti mengapa Indonesia menyerahkan proyek tersebut ke dunia bisnis swasta yang semula ditangani pihak pemerintah dengan serius.

"Oleh karena itu kita akan mengevaluasi kembali semua kebijakan dengan Indonesia ke depan," ungkapnya.

Harga kereta api Jepang memang memiliki citra agak mahal tetapi memiliki tingkat kualitas tinggi dan masa penggunaan yang lama serta baik.

"Bahkan Jepang berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia di mana proyek tersebut dijalankan. Sekaligus meningkatkan dan memfokuskan perhatian di bidang pengembangan teknologi untuk kereta cepat ini, di mana pun proyek itu dilaksanakan," katanya.

Bukti nyata adalah pengalaman lebih dari 50 tahun, shinkansen Jepang yang sama sekali belum pernah ada kecelakaan selama ini. (Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×