kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jemaah Haji Diminta Siapkan Fisik Hadapi Jalan Kaki Hingga 7 Km per Hari di Mina


Minggu, 24 Mei 2026 / 18:20 WIB
Jemaah Haji Diminta Siapkan Fisik Hadapi Jalan Kaki Hingga 7 Km per Hari di Mina
ILUSTRASI. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengimbau jemaah haji Indonesia mulai menjaga stamina dan beristirahat cukup menjelang puncak ibadah haji di Mina.

Hal tersebut disampaikan Dahnil menyusul panjangnya rute pejalan kaki yang harus ditempuh jemaah dari tenda di Mina menuju area Jamarat untuk melaksanakan lontar jumrah.

Baca Juga: Kepala BP BUMN Angkat Bicara Soal Kasus Pengambilan Getah Karet PTPN

Jemaah Bisa Berjalan Hingga 7 Kilometer per Hari

Dahnil menjelaskan, jarak dari tenda jemaah di titik terjauh kawasan Markaz 12 menuju Jamarat diperkirakan mencapai sekitar 3,5 kilometer.

“Jadi kalau pulang balik perhitungannya 7 kilometer per hari,” ujar Dahnil saat meninjau fasilitas tenda di Mina dan jalur menuju Jamarat, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, total jarak tempuh yang harus dilalui jemaah selama berada di Mina cukup besar, tergantung pilihan nafar yang diambil.

Bagi jemaah yang mengambil nafar awal, estimasi total jarak berjalan kaki mencapai sekitar 21 kilometer. Sementara untuk jemaah nafar tsani, total jarak tempuh diperkirakan mencapai sekitar 28 kilometer.

Baca Juga: Jumlah Jemaah Haji Indonesia Dirawat di RS Arab Saudi Turun Drastis Jelang Armuzna

Fase Mina Jadi Tahapan Paling Menguras Fisik

Dahnil mengatakan fase Mina menjadi salah satu tahapan ibadah haji yang paling membutuhkan kesiapan fisik dibandingkan wukuf di Arafah maupun mabit di Muzdalifah.

Pasalnya, saat berada di Mina, jemaah harus aktif bergerak menuju Jamarat untuk melaksanakan lontar jumrah.

Sementara di Arafah dan Muzdalifah, jemaah lebih banyak menjalani ibadah dengan berdiam diri untuk berdoa dan berzikir.

Baca Juga: Ekspor SDA Satu Pintu Lewat BUMN, APBI Soroti Persiapan Masa Transisi

Petugas Disiagakan di Lima Titik Jalur Jamarat

Pemerintah memastikan seluruh petugas operasional dan perlindungan siap mendampingi jemaah selama pelaksanaan ibadah di Mina, khususnya saat perjalanan menuju Jamarat.

Dahnil menyebut, petugas akan ditempatkan di lima titik pos sepanjang jalur Jamarat dan dapat dikenali melalui seragam serta topi berwarna cokelat.

“Informasi penting untuk jamaah calon haji kita yang melalui jalur ini, mohon untuk tidak panik dan tetap bergerak secara rombongan. Jika membutuhkan bantuan, petugas berseragam cokelat akan tersebar, sehingga mudah dihubungi saat jamaah calon haji butuh pertolongan,” katanya.

Baca Juga: PPIH Siapkan Skema Khusus Armuzna untuk Jemaah Lansia dan Disabilitas

Jemaah Diimbau Fokus Jaga Kesehatan

Menjelang fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Dahnil mengingatkan jemaah agar memanfaatkan sisa waktu untuk menjaga kondisi tubuh.

Ia mengimbau jemaah memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, serta memperkuat ibadah dan doa agar tetap bugar saat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×