kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Istana tepis bantahan SBY soal utang ke IMF


Selasa, 28 April 2015 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Asing Net Buy Rp 405 Miliar, Cek Saham-Saham yang Banyak Dikoleksi, Kamis (16/11)


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Polemik soal posisi utang pemerintah ke lembaga Internasional Monetary Found (IMF) semakin panas, antara pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Melalui sosial media, SBY membantah pernyataan Jokowi soal keberadaan utang Indonesia di IMF yang masih ada sampai saat ini.

SBY beralasan, semua pinjaman pemerintah ke IMF sudah dilunasi tahun 2009 lalu, ketika dirinya masih menjadi presiden. Namun bantahan itu ditepis oleh Sekertaris Kabinet Andi Widjajanto. Menurutnya, pemerintah masih memiliki utang ke IMF hingga saat ini.

Bahkan, menurut data Bank Indonesia jumlah utang pemerintah ke IMF per Februari 2015 sebesar US$ 2,8 miliar. "Utang IMF itu utang moneter, untuk menjaga cadangan devisa kita, bukan untuk fiskal yang biasa dipakai untuk pembangunan," ujar Andi Selasa (28/4) di Istana Negara, Jakarta.

Sebetulnya, lanjut Andi, utang pemerintah ke IMF memang pernah dilunasi pada tahun 2006. Namun, ternyata pada tahun 2009 utang ke IMF kembali muncul sebesar US$ 3,09333 miliar. Hal itu seperti dikutip Andi dari data Bank Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×