kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Ini permintaan Gubernur Kaltim ke presiden


Rabu, 15 April 2015 / 14:07 WIB
ILUSTRASI. Ini 10 Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Rebound pada Kamis (2/11)


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong pemerintah pusat mengeluarkan aturan ketat soal pembangunan pembangkit listrik di daerahnya. Caranya, dengan mewajibkan semua perusahaan tambang di Kaltim membangun power plant-nya sendiri.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Kaltim Awang Faruk ketika bertemu presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini. Awang bilang, jika semua perusahaan tambang membangun power plannya sendiri, maka masalah kelangkaan listrik bisa teratasi.

Menurutnya, aturan yang paling tepat berupa Instruksi Presiden (Inpres), sebab kalau hanya Peraturan Gubernur masih kurang kuat. "Dengan begitu, maka kondisi Kaltim yang sekarang byarpet bisa teratasi," ujar Awang, Rabu (15/4) di Istana Negara, Jakarta.

Terkait itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, usul itu cukup baik, dan akan dikaji oleh pemerintah pusat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×