kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.747   62,00   0,35%
  • IDX 6.548   -50,75   -0,77%
  • KOMPAS100 868   -6,46   -0,74%
  • LQ45 650   -0,98   -0,15%
  • ISSI 236   -2,18   -0,92%
  • IDX30 370   0,68   0,18%
  • IDXHIDIV20 456   0,57   0,13%
  • IDX80 100   -0,51   -0,51%
  • IDXV30 128   -0,36   -0,28%
  • IDXQ30 119   0,13   0,11%

Ini perkembangan asumsi makroekonomi di APBN 2020 hingga kuartal I 2020


Kamis, 30 April 2020 / 16:21 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Khomarul Hidayat

Harga minyak mentah indonesia (ICP), diasumsikan sebesar US$ 63/barel dalam APBN. Berdasarkan realisasi sampai dengan Maret 2020, harga ICP sebesar US$ 52,04/barel secara ytd, dan sebesar US$ 34,23 secara eop.

Harga minyak ini, dipengaruhi oleh penurunan harga minyak mentah dunia akibat dari merebaknya wabah virus Corona dan perang harga antara Rusia dengan Arab Saudi.

Selanjutnya, realisasi lifting minyak pada kuartal I-2020 tercatat sebesar 701.600 barel per hari (MBPOD). Ini masih lebih rendah dari target APBN sebesar 755.000 barel per hari. Terakhir, untuk lifting gas sampai kuartal I-2020 tercatat 1.048.000 barel setara minyak perhari, masih lebih rendah dari asumsi APBN sebesar 1.191.000 barel setara minyak per hari.

"Ini adalah konteks indikator ekonomi makro. Jika dilihat sepintas, sampai dengan Maret mungkin enggak terjadi banyak deviasi terutama di growth-nya. Untuk pertumbuhan ekonomi mungkin akan terlihat pada kuartal II-2020," kata Sri.

Baca Juga: Sri Mulyani: Pembuatan kebijakan bukan hasil konspirasi!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×