kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini penyebab dana asing masih deras


Rabu, 11 Juni 2014 / 12:32 WIB
ILUSTRASI. PT Bank MNC Internasional Tbk (MNC Bank atau BABP) jadi salah satu dari 5 bank yang belum memberikan keterbukaan terkait minimum modal inti


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Capital inflow atawa arus dana asing yang masuk ke Indonesia dari awal tahun hingga sekarang masih tinggi. Inflow yang tinggi inilah yang kemudian menyebabkan pundi-pundi cadangan devisa di tengah kondisi neraca dagang yang defisit bisa naik menjadi US$ 107 miliar pada bulan Mei.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara Rabu (11/6) mengatakan capital inflow dari awal tahun hingga bulan Mei sebesar Rp 130 triliun. Ada dua penyebab inflow tinggi.

Pertama, investor melihat kebijakan moneter dan fiskal pemerintah sudah berhasil lakukan stabilisasi yaitu mengurangi current account deficit (CAD) atawa defisit transaksi berjalan. Meskipun CAD pada triwulan II akan naik mencapai kisaran US$ 8 miliar, namun defisit tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2013 yang menembus US$ 10,13 miliar.

Hingga akhir tahun, BI memprediksi CAD akan sebesar US$ 25 miliar. Kedua, investor berharap pada pemilu.

Menurut Mirza, mereka berharap pemerintahan ke depan akan melanjutkan reformasi ekonomi, hukum, politik serta birokrasi. "Penting sekali bagi siapapun pemerintahan ke depan harus lanjutkan agenda reformasi," ujar Mirza.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×