kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.889   19,00   0,11%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Inflasi tahun ini diperkirakan sebesar 3%-3,5%


Jumat, 01 Februari 2019 / 20:07 WIB


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Project Consultant Asian Development Bank Institute Eric Sugandi memperkirakan inflasi tahun ini akan cenderung sama seperti tahun lalu. "Kisarannya antara 3% hingga 3,5% secara year on year per akhir tahun ini," ujar Eric kepada Kontan.co.id, Jumat (1/2).

Menurut Eric, faktor yang akan bisa menekan inflasi di tahun ini adalah turunnya harga minyak dunia. Dia mengatakan, dengan harga minyak yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu, maka harga bahan bakar minyak diperkirakan tidak akan naik tahun ini.

Tak hanya pengaruh hanya minyak, inflasi yang berkisar 3% hingga 3,5% ini pun disebabkan pasokan pangan yang relatif baik. "Walau ada beberapa komoditas pangan yang diimpor untuk menjaga stabilitas harga sehingga ada trade offnya dengan defisit neraca dagang," ujar Eric.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Januari 2019 sebesar 0,32%. Inflasi ini lebih rendah bila dibandingkan dengan Januari 2018 yang rercatat sebesar 0,62% dan inflasi di Januari 2017 yang sebesar 0,97%.

Meski tingkat inflasi Januari lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pun belum mengubah perkiraannya atas inflasi tahun ini. Menurutnya, tingkat inflasi masih berkisar 3,5% plus minus 1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×