kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.070   10,00   0,06%
  • IDX 5.387   58,43   1,10%
  • KOMPAS100 696   9,52   1,39%
  • LQ45 544   7,83   1,46%
  • ISSI 184   2,22   1,23%
  • IDX30 304   3,40   1,13%
  • IDXHIDIV20 398   5,11   1,30%
  • IDX80 80   1,06   1,34%
  • IDXV30 111   1,17   1,07%
  • IDXQ30 101   1,42   1,43%

Inflasi Komponen Inti Meningkat Jadi 2,84% Pada September 2026


Kamis, 01 Oktober 2026 / 13:25 WIB
Inflasi Komponen Inti Meningkat Jadi 2,84% Pada September 2026
ILUSTRASI. Pedagang ikan segar melayani konsumennya di pasar tradisional (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28% secara tahunan (year on year/yoy).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, berdasarkan komponennya, seluruh kelompok pengeluaran inflasi mengalami kenaikan, baik komponen inti, harga yang diatur pemerintah, maupun komponen bergejolak.

Inflasi komponen inti sebesar 2,84% yoy ini meningkat dari September 2025 yang mencapai 2,19% yoy.

Baca Juga: Ekspor Tiga Komoditas Andalan RI Naik, Volumenya Justru Kompak Menyusut

"Komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 1,82% yoy," ujar Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi inti adalah, emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop/notebook, serta pelumas atau oli mesin.

Selanjutnya, inflasi komponen harga yang diatur pemerintah sebesar mencapai 3,25% yoy, atau turun dari September 2025 yang mencapai 1,10% yoy. Inflasi ini memiliki andil sebesar 0,63% yoy.

Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi kelompok ini antara lain bensin, tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), dan bahan bakar rumah tangga.

Terakhir,  inflasi komponen bergejolak sebesar 5,03% yoy, atau turun dari September 2025 yang mencapai 6,44% yoy.

Adapun komponen bergejolak mencatat inflasi paling tinggi dibandingkan dua komponen lainnya, yakni sebesar 5,03% yoy. Komoditas yang dominan memberikan andil terhadap inflasi kelompok ini adalah daging ayam ras, cabai rawit, beras, dan daging sapi.

Baca Juga: PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,4, Tertinggi dalam 7 Bulan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×