kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Industri tahu tempe berhasil dikembangkan oleh diaspora Indonesia di Sydney


Jumat, 14 Februari 2020 / 14:22 WIB
ILUSTRASI. Dalam rangkaian misi dagang ke Australia, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Dody Edward melakukan kunjungan ke produsen tahu tempe NutriSoy di Sydney, Rabu (12 Feb). NutriSoy merupakan produsen tahu tempe dengan merek Soyco yang telah berdir


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangkaian misi dagang ke Australia, pada 12 Februari 2020, Dirjen PEN Kementerian Perdagangan bersama para pelaku usaha Indonesia juga berkesempatan mengunjungi industri tahu tempe yang berhasil dikembangkan oleh diaspora Indonesia di Sydney, yaitu Nutrisoy.

Produk tahu dan tempe memiliki potensi yang cukup besar di pasar Australia mengingat sebagian besar masyarakat Australia mulai menyadari hidup sehat dan mengurangi konsumsi daging.

Baca Juga: Ditjen Pajak akan kejar WP sampai ke luar negeri, ini daftar negara yang akan dibidik

Pangsa pasar Nutrisoy saat ini 90% dipasarkan di Australia. Sedangkan 10%-nya adalah untuk ekspor tujuan Selandia Baru, Kaledonia Baru, Singapura, dan Uni Emirat Arab. Nutrisoy memproduksi makanan khas Indonesia (tahu dan tempe) yang sangat digemari masyarakat Australia.

“Kami berharap, Nutrisoy dapat melakukan promosi untuk memperkenalkan produk Indonesia lebih luas, khususnya di restoran dan supermarket sehingga masyarakat Australia mengetahui produk Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Dody Edward.

Baca Juga: Bebas dari larangan impor binatang hidup, begini prospek bisnis Estika Tata Tiara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×