kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.213
  • EMAS622.149 -0,48%

Indonesia masih komitmen jalankan Paris Agreement

Senin, 18 Desember 2017 / 23:10 WIB

Indonesia masih komitmen jalankan Paris Agreement



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia tegaskan komitmen untuk mensukseskan Paris Agreement pada One Planet Summit yang diselenggarakan pada hari Selasa (12/12) di Paris, Prancis. Pertemuan ini sekaligus juga bentuk mendorong diselesaikannya petunjuk (guidelines) mengenai implementasi Paris Agreement.

Dalam evaluasi 2ldua tahun komitmen Indonesia untuk memenuhi Paris Agreement, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyebut Indonesia telah mencapai Ratifikasi Paris Agreement pada 31 Oktober 2016 berupa UU Nomor 16 Tahun 2016.

Indonesia juga telah selesai melakukan Registrasi National Determined Contributions (NDC) pada 6 November 2016 untuk pengurangan emisi 29% (834 juta ton CO2) hingga tahun 2030 dengan pembiayaan sendiri dan 41% (1.081 juta ton CO2) dengan dukungan internasional.

"Serta ratifikasi konvensi internasional terkait lingkungan lainnya (misalnya Konvensi Minamata)," kata Jonan dalam keterangan tertulis pada Senin (18/12).

Jonan juga bilang Indonesia telah mencapai Showcase Kebijakan Indonesia terkait perubahan iklim, dengan meningkatkan pengembangan energi terbarukan, pengelolaan hutan dan lahan, serta program Iklim di lingkungan rural dan urban.

Showcase ini diharapkan dapat menarik perhatian dunia internasional untuk meningkatkan investasi dan kerja sama pada kegiatan-kegiatan terkait green and climate project.

"Jadi dari inti pertemuan ini adalah sudah 2 tahun ada komitmen di Paris Agreement, ini jangan jadi komitmen saja. Harus ada actionnya, dan Indonesia sudah banyak yang dilakukan," kata Jonan.

Pertama, Indonesia sudah melokalkan Paris Agreement menjadi kerangka kerja nasional dan sub-nasional, termasuk Regional Energy Plan (RUED) dan Regional GHG Action Plan (RAD-GRK) di masing-masing provinsi.

Dalam dua tahun, Indonesia berhasil mengurangi emisi CO2 dari sektor energi sebesar 46,31 juta ton, melampaui target 31 juta ton.

"Untuk energi baru dan terbarukan, tahun ini saja setidaknya ada penandatanganan 68 kerja sama di sektor EBT. Total kapasitasnya sekitar 1.189 MW. Ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia," kata Jonan.

Dalam rangkaian acara One Planet Summit, sehari sebelumnya (11/12) Menteri Jonan juga menyaksikan penandatanganan tiga buah Letter of Intent (LoI) pembangkit energi terbarukan antara PT PLN (Persero) dengan pengembang Prancis yang meliputi PLTB Tanah Laut 70 MW dan PLTS Bali-1 dan Bali-2 masing-masing berkapasitas 50 MWp.


LINGKUNGAN HIDUP

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0863 || diagnostic_web = 0.5588

Close [X]
×