kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.202   17,00   0,09%
  • IDX 5.282   16,18   0,31%
  • KOMPAS100 686   3,41   0,50%
  • LQ45 539   6,45   1,21%
  • ISSI 177   -2,03   -1,14%
  • IDX30 303   3,34   1,12%
  • IDXHIDIV20 406   6,22   1,56%
  • IDX80 79   0,40   0,52%
  • IDXV30 112   0,64   0,58%
  • IDXQ30 102   1,33   1,33%

Indonesia akan memperkuat kerjasama investasi dengan Australia


Minggu, 09 Februari 2020 / 13:41 WIB
Presiden Joko Widodo disambut upacara kenegaraan oleh Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Ibu Linda Hurley di Government House, Canberra, Australia, Minggu (9/2).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah berupaya meningkatkan investasi dari Australia ke Indonesia. Karena itu, dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Australia pada 8-10 Februari 2020, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia turut serta.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi akan menghadiri Annual Leaders Meeting (ALM) yang terakhir dilaksanakan di Bogor pada 31 Agustus 2018 silam.

Baca Juga: Ke Australia, Jokowi akan tandatangani rencana aksi IA-CEPA 2020-2024

Pertemuan tersebut membahas penerapan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) guna meningkatkan akses pasar Australia, serta membahas peluang investasi Australia di Indonesia.

Adapun bagi Indonesia, IA-CEPA diharapkan dapat menggenjot ekspor barang-barang ke Australia lantaran defisit neraca perdagangan selama ini hampir mencapai US$ 3 miliar.

“Hal ini sejalan dengan target investasi pada peningkatan sektor industri berorientasi ekspor. Sekarang peluang pasar diperluas. Ini jadi modal kami untuk ‘jualan’ kepada investor yang mau masuk ke Indonesia,” ujar Bahlil seperti dikutip dari keterangan resminya, Minggu (9/2).

Baca Juga: Lakukan kunjungan kenegaraan ke Australia, berikut agenda Jokowi

Bahlil menambahkan, kemudahan tarif dan non-tarif yang ada dalam IA-CEPA juga menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memicu penjualan produk-produk ke Australia,  serta dapat berkolaborasi dengan beberapa start-up di Indonesia .




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×