kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Indeks manufaktur diprediksi kembali ke zona ekspansi pada September 2021


Kamis, 16 September 2021 / 14:26 WIB
Indeks manufaktur diprediksi kembali ke zona ekspansi pada September 2021
ILUSTRASI. Indeks manufaktur Indonesia diprediksi kembali ke zona ekspansi pada September 2021.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Center of Economic and Law Studies (Celios) memperkirakan kinerja manufaktur akan kembali ke zona ekspansi atau indeks di atas 50 pada September 2021. 

“Harapannya di atas 50, setidaknya masuk ke level ekspansi pada September 2021,” ujar Direktur CELIOS Bhima Yudhistira kepada Kontan.co.id, Kamis (16/9). 

Bhima mengatakan, optimisme ini dengan melihat kondisi kinejra manufaktur pada Agustus 2021 yang sudah mulai menunjukkan peningkatan. Plus, bila dilihat dari impor bahan baku dan barang modal, ada peningkatan yang menggembirakan pada Agustus 2021. 

Seperti kita ketahui, pada bulan Agustus 2021, pemerintah sudah mulai melonggarkan restriksi ketat, seiring dengan menurunnya angka kasus harian Covid-19. Harapannya, ini akan berlanjut pada September 2021. 

Baca Juga: Ekonomi China stabil, output industri meningkat di bulan Agustus 2021

Selain itu, kinerja manufaktur yang digadang meningkat pada September 2021 juga seiring dengan adanya momen Natal dan Tahun Baru di akhir tahun. Biasanya, mulai bulan tersebut, industri pengolahan sudah mulai meningkatkan produksi. 

“Persiapan untuk momen Natal dan Tahun Baru juga. Ada harapan pelonggaran restriksi terus dilaukan dan pada Desember 2021 konsumsi rumah tangga makin baik, sehingga permintaan produk manufaktur meningkat,” kata Bhima. 

Dari luar negeri pun, nampaknya permintaan dari negara-negara mitra dagang Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan China juga masih meningkat. Terutama untuk bidang otomotif, tekstil, dan juga makanan. 

Bhima meminta pemerintah terus menjaga momentum ini, dengan cara memberikan insentif pada sektor manufaktur, khususnya yang berorientasi ekspor. Karena inipun nantinya memberikan multiplier effect bagi perkembangan ekonomi yang positif. 

Selanjutnya: Pemerintah pastikan APBN siap tangani dampak ekonomi akibat mutasi Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×