kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

IMF: Pertumbuhan ekonomi dunia 3,7%, negara pengekspor besar punya potensi


Selasa, 23 Januari 2018 / 13:20 WIB
ILUSTRASI. Berbagai mata uang dunia


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional merevisi naik prediksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018, dari sebelumnya sebesar 3,7% menjadi 3,9%.

Naiknya proyeksi ini sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi dunia dan ekspektasi dampak dari kebijakan pemangkasan pajak yang dilakukan Amerika Serikat (AS).

Pemangkasan pajak AS, menurut laporan IMF, berperan terhadap setidaknya separuh angka peningkatan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia. “Dampaknya terhadap ekonomi AS diprediksi bakal positif hingga 2020, secara kumulatif naik 1,2% hingga tahun tersebut,” tulis laporan IMF.

IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS akan mencapai 2,7% pada tahun 2018, lebih tinggi dibandingkan pada proyeksi sebelumnya, yakni 2,3%. Namun demikian, pertumbuhan ekonomi AS diprediksi bakal melambat ke 2,5% pada 2019.

Dengan perbaikan ekonomi AS, pertumbuhan ekonomi di negara maju, secara kumulatif masih akan kuat, yaitu di kisaran 2,3%. Meskipun mayoritas negara maju diprediksi mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

Adapun IMF menyatakan bahwa meningkatnya investasi, terutama di negara-negara maju, dan meningkatnya produksi manufaktur dari Asia telah membuat perdagangan dunia menguat dalam beberapa bulan belakangan. Oleh sebab itu, IMF melihat potensi penguatan pertumbuhan ekonomi akan terlihat di negara-negara pengekspor besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×