kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ical: Kontrak koalisi dengan PKS berakhir


Rabu, 04 April 2012 / 11:14 WIB
Ical: Kontrak koalisi dengan PKS berakhir
ILUSTRASI. Lidah buaya


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Keadilan Sejahtera dinilai melanggar kesepakatan, sebagai anggota koalisi yang mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun menurut Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, belum ada keputusan terkait sanksi kepada PKS.

Aburizal mengemukakan itu, sebelum melantik Pengurus DPP Gerakan Perempuan MKGR di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (4/4). "Memang ada tiga butir kesepakatan yang dilanggar PKS. Benar seperti kata Pak Syarif Hasan, kontrak dengan PKS sudah berakhir ," ujarnya

Salah satu butir yang dilanggar, menurut Aburizal yang juga Wakil Ketua Koalisi, tentang seluruh koalisi diajak untuk membicarakan sesuatu dan dalam forum itu dapat berbeda pendapat. Namun setelah keputusan bersama diambil, koalisi harus tunduk pada keputusan bersama. Bila tidak, partai itu bisa mundur dari koalisi, atau Presiden mengeluarkannya dari koalisi.

Kendati demikian, dalam rapat parpol-parpol anggota koalisi Selasa (3/4/2012) malam, belum diputuskan sanksi untuk PKS yang menolak kebijakan kenaikan harga BBM dalam rapat paripurna, terkait pengesahan RUU Perubahan APBN akhir pekan lalu. Partai itu pun, tambah Ical, tidak diundang dalam rapat. (Nina Susilo/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×