kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ibu kota akan pindah, ini hitung-hitungan efek ekonominya versi Bappenas


Rabu, 26 Juni 2019 / 16:37 WIB
Ibu kota akan pindah, ini hitung-hitungan efek ekonominya versi Bappenas

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah masih mengkaji pemindahan ibu kota negara ke wilayah baru. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pun menjabarkan berbagai dampak ekonomi yang ditimbulkan dari pemindahan ibu kota ini.

Pertama, pembangunan ibu kota ini dapat menambah produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 0,1% dari realisasi PDB. Dia mencontohkan, bila pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5%, maka nantinya akan bertambah menjadi 5,1%.


"Meski 0,1%, jelas ini bukan angka yang kecil. PDB kita sekarang Rp 15.000 triliun, jadi 0,1% itu dampak langsungnya mungkin Rp 15 triliun," tutur Bambang dalam Dialog Nasional II: Pemindahan Ibu Kota di gedung Bappenas, Rabu (26/6).

Dampak positif ini pun didapatkan akibat adanya penggunaan sumber daya potensial yang selama ini belum termanfaatkan. Bambang memastikan, bila ibu kota dipindahkan ke wilayah baru, tidak akan ada dampak negatif atau kontraksi ekonomi di wilayah lain apabila lokasi ibu kota tersebut memiliki sumber daya yang memadai dan keterkaitan aktivitas ekonomi yang positif.

"Jadi memang lokasi itu penting. Semakin strategis lokasinya, semakin besar pula dampak ekonomi yang ditimbulkan," tutur Bambang.

Dampak positif lainnya, kesenjangan antar kelompok pendapatan akan menurun. Ini akan terlihat dari kenaikan harga modal yang sebesar 0,23% dan terjadi kenaikan harga tenaga kerja sebesar 1,37%. Kata Bambang, pemindahan ibu kota ini akan mendorong perekonomian bekembang ke sektor padat karya.

Bambang berpendat, sektor padat karya dibtuhkan mengingat Indonesia terus berhadapan dengan angka pengangguran yang sulit ditekan. "Jadi kita harus mendorong kegiatan padat karya sehingga bisa membantu kesenjangan antar kelompok pendapatan baik di regional maupun di tingkat nasional," katanya.

Bambang mengakui, akan terjadi kenaikan inflasi nantinya. Tetapi, hitungan dia, kenaikan inflasi tersebut tak signifikan atau hanya sebesar 0,2%.

Bila inflasi berkisar 3,13%, maka akibat pemindahan ibu kota, inflasi bisa bergerak menjadi 3,33%. Menurut Bambang, penambahan inflasi ini masih pada batas yang bisa ditoleransi.

Selanjutnya, pembangunan ibu kota baru di luar Jawa pun akan mendorong perdagangan antara wilayah di Indonesia. Lebih dari 50% wilayah Indonesia akan merasakan peningkatan arus berdagangan.

Di sisi investasi, pemindahan ini pun akan mendotong investasi., khususnya investasi di sektor jasa, di ibu kota baru dan daerah sekitarnya.




TERBARU

Close [X]
×