kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Hukuman mati belum bikin keder pengedar narkoba


Jumat, 21 April 2017 / 15:01 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyatakan, hukuman mati yang telah dilaksanakan terhadap 18 gembong narkoba ternyata sampai saat ini belum menghentikan peredaran barang haram tersebut. Jokowi bilang sampai saat ini peredaran narkoba masih merajalela.

Akibat peredaran tersebut, masyarakat banyak jadi korban. Berdasar data yang dimilikinya 40- 50 orang per hari di Indonesia meninggal akibat narkoba. Atas itulah, Jokowi meminta masyarakat untuk bahu-membahu dalam memerangi bahaya narkoba.

Permintaan tersebut dia sampaikan saat menghadiri sosialisasi bahaya narkoba, pornografi dan kekerasan pada anak di Stadion Manahan, Solo, Jumat (21/4).

"Saya ingin kita memagari diri sendiri, keluarga, teman sekolah, di kampung, di kota, supaya kita semua terhindar dari narkoba," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmudin, Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (21/4).

Jokowi mengatakan, peran serta individu dan masyarakat dalam memerangi bahaya narkoba penting. Menurutnya, perang terhadap bahaya narkoba tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri.  "Semua harus gerak, tidak mungkin pemerintah sendiri," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×