kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Hatta minta pelemahan rupiah tak pukul sektor riil


Kamis, 28 November 2013 / 16:26 WIB
Hatta minta pelemahan rupiah tak pukul sektor riil
ILUSTRASI. Promo Tiket.com Homes Domestik s.d 24 Juli 2022, Nikmati Diskon HIngga 25%


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa berharap, menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak sampai memukul sektor riil, hingga tak berjalan.

 “Saya harapkan dalam situasi uang ketat jangan sampai sektor riil kita terpukul. Bagaimanapun juga sektor riil harus tetap berjalan, karena itu dukungan pertumbuhan,” ujar Hatta, seperti dikutip dari situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi, Kamis (28/11).

Ia menilai, menurunnya nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh situasi eksternal dan situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi Negara lain juga mengalami.

Lebih lanjut, ia mengaku menyerahkan sepenuhnya persoalan rupiah kepada Bank Indonesia (BI). “Rupiah itu domain BI, kalau domain BI saya ikut-ikutan ngomong, saya tidak baik,” tuturnya.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah ini, memang bakal berpengaruh terhadap pembayaran utang luar negeri jatuh tempo dan pembayaran bunga.

“Di dalam negeri ada pengaruh permintaan (dolar) menjelang akhir bulan. Ada permintan untuk repatriasi keuntungan, pembayaran utang, bunga,” ujarnya.

Ia juga meminta dunia usaha dan masyarakat tidak perlu cemas terhadap melemahnya kurs rupiah ini. 

“Indonesia semakin ramping, slim, siap karena secara tingkat bunga sudah disesuaikan. Nilai tukar lebih dari sebelumnya, angka-angka defisit sudah turun ke 3,8 persen. Kita oke,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×