kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Hartati Murdaya minta rekeningnya dibuka kembali


Rabu, 28 November 2012 / 14:31 WIB
ILUSTRASI. Beberapa alasan kenapa kucing senang masuk dan bersembunyi di kardus atau kotak.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Edy Can


JAKARTA. Terdakwa dugaan suap Hartati Murdaya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kembali rekeningnya. Dia beralasan uang yang tersimpan dalam rekening itu tidak berkaitan dengan perkaranya.

Permintaan tersebut diajukan Hartati dalam sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Rabu (28/11). "Rekening itu berisi uang yayasan dan ada dana untuk pembangunan rumah sakit," kata Hartati.

Menurutnya, pemblokiran itu menghambat pembangunan rumah sakit. Selain itu, Direktur Utama PT Herdaya Inti Plantations juga mengaku tidak bisa membiaya para biksu karena rekeningnya diblokir.

Hartati juga meminta hakim memperbolehkan dirinya berobat ke rumah sakit. Atas permohonan Hartati itu, majelis hakim yang diketuai Gusrizal tersebut akan mempertimbangkannya. "Kami akan pelajari lebih dulu dan akan ditanggapi pada persidangan yang akan datang," kata Gusrizal.

Dalam sidang perdana, Hartati dituding telah menyuap Bupati Bup Amran Batalipu sebesar Rp 3 miliar. Uang sogokan ini untuk memuluskan penerbitan Hak Guna Usaha Perkebunan atas nama PT Herdaya Inti Plantation. Sidang akan kembali dilanjutkan pada hari Kamis (6/12) pekan depan dengan agenda mendengar keterangan saksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×