kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.921   -74,00   -0,44%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Harga Pangan Naik, Daya Beli Masyarakat Berpotensi Turun


Selasa, 28 November 2023 / 19:53 WIB
Harga Pangan Naik, Daya Beli Masyarakat Berpotensi Turun
ILUSTRASI. Pemerintah diminta segera berupaya mengatasi kenaikan beberapa harga komoditas pangan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah diminta segera berupaya mengatasi kenaikan beberapa harga komoditas pangan. 

Ketua umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Trubus Rahadiansyah mengatakan, kenaikan harga beberapa komoditas pangan berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. Sebab itu, pemerintah harus melakukan upaya untuk mengatasi kenaikan harga pangan.

Hal tersebut penting mengingat masyarakat akan menghadapi masa Natal dan tahun baru. Serta memasuki tahun politik menjelang penyelenggaraan pemilu 2024.

Baca Juga: Ekonom: Kenaikan Harga Pangan Paling Dirasakan Masyarakat Menengah ke Bawah

"Kenaikan (harga pangan) itu akan berdampak pada masyarakat untuk mengurangi, membatasi pembelian karena harganya yang makin ngga terjangkau," ujar Trubus kepada Kontan, Selasa (28/11).

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri pada minggu keempat November 2023, komoditas yang mengalami kenaikan harga yakni cabai merah di 358 daerah kabupaten/kota, gula pasir di 348 daerah kabupaten/kota, dan cabai rawit di 322 daerah kabupaten/kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×