kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Harga Pangan Naik, Daya Beli Masyarakat Berpotensi Turun


Selasa, 28 November 2023 / 19:53 WIB
Harga Pangan Naik, Daya Beli Masyarakat Berpotensi Turun
ILUSTRASI. Pemerintah diminta segera berupaya mengatasi kenaikan beberapa harga komoditas pangan. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah diminta segera berupaya mengatasi kenaikan beberapa harga komoditas pangan. 

Ketua umum Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) Trubus Rahadiansyah mengatakan, kenaikan harga beberapa komoditas pangan berpotensi menurunkan daya beli masyarakat. Sebab itu, pemerintah harus melakukan upaya untuk mengatasi kenaikan harga pangan.

Hal tersebut penting mengingat masyarakat akan menghadapi masa Natal dan tahun baru. Serta memasuki tahun politik menjelang penyelenggaraan pemilu 2024.

Baca Juga: Ekonom: Kenaikan Harga Pangan Paling Dirasakan Masyarakat Menengah ke Bawah

"Kenaikan (harga pangan) itu akan berdampak pada masyarakat untuk mengurangi, membatasi pembelian karena harganya yang makin ngga terjangkau," ujar Trubus kepada Kontan, Selasa (28/11).

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri pada minggu keempat November 2023, komoditas yang mengalami kenaikan harga yakni cabai merah di 358 daerah kabupaten/kota, gula pasir di 348 daerah kabupaten/kota, dan cabai rawit di 322 daerah kabupaten/kota.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×