kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga komoditas naik, surplus neraca dagang Agustus 2021 diperkirakan naik


Selasa, 14 September 2021 / 09:42 WIB
Harga komoditas naik, surplus neraca dagang Agustus 2021 diperkirakan naik
ILUSTRASI. Bank Permata memperkirakan neraca perdagangan Agustus 2021 kembali mencetak surplus.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Permata memperkirakan neraca perdagangan Agustus 2021 kembali mencetak surplus, bahkan meningkat dari capaian surplus pada bulan sebelumnya. 

“Neraca perdagangan Agustus 2021 diperkirakan surplus US$ 2,68 miliar, lebih tinggi dari surplus pada bulan sebelumnya yang sebesar US$ 2,59 miliar,” ujar Kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Kontan.co.id, Senin (13/9).  Surplus perdagangan pada bulan laporan didorong oleh peningkatan baik ekspor maupun impor. 

Kinerja ekspor pada bulan Agustus 2021 diperkirakan naik 38,19% yoy. Ini didorong oleh peningkatan harga komoditas global, yang juga mendorong peningkatan kinerja ekspor secara bulanan. 

Baca Juga: Suplus neraca dagang Agustus 2021 diprediksi US$ 2,32 miliar, ini kata Bank Mandiri

Beberapa harga komoditas yang meningkat antara lain batubara naik 11% mom, crude palm oil (CPO) naik 6,8% mom, karet alam naik 4,6% mom, serta nikel naik 1,77% mom. Hanya, volume permintaan ekspor diperkirakan menurun dibandingkan bulan sebelumnya, terindikasi dari penurunan aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia, seperti zona Eropa, Amerika Serikat (AS), China, dan India. 

Di sisi lain, kinerja impor Indonesia pada bulan Agustus 2021 meningkat tercatat 1,66% mom atau secara tahunan naik 43,03% yoy. Peningkatan terbatas ini dipengaruhi oleh peningkatan kinerja manufaktur Indonesia pada bulan laporan, tapi masih dalam fase kontraktif sehingga membatasi permintaan terhadap impor bahan baku dan barang modal. 

Sementara itu, impor migas cenderung tertahan, mempertimbangkan tren penurunan harga minyak mentah sepanjang bulan Agustus 2021. Harga minyak mentah Brent tercatat turun 5,9% mom di bulan lalu. 

Baca Juga: Lebih rendah dari Juli, neraca dagang Agustus 2021 diproyeksi surplus US$ 2,4 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×