kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.694   -124,00   -0,70%
  • IDX 6.310   302,08   5,03%
  • KOMPAS100 841   47,38   5,97%
  • LQ45 630   32,88   5,50%
  • ISSI 216   9,69   4,70%
  • IDX30 356   17,25   5,09%
  • IDXHIDIV20 436   18,32   4,39%
  • IDX80 95   5,28   5,88%
  • IDXV30 117   3,85   3,41%
  • IDXQ30 114   4,97   4,55%

Gubernur BI sebut e-commerce justru turunkan nilai tambah UMKM, kenapa?


Jumat, 28 Agustus 2020 / 11:08 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan platform e-commerce malah menurunkan value added atau nilai tambah produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).  

“Beberapa produk yang kami masukkan ke e-commerce yang besar itu kemudian didigitalisasi jadi produk masal makanya nilai tambahnya berkurang,” ujar Perry dalam acara Karya Kreatif Indonesia 2020 Seri 1, Jumat (28/8).

Baca Juga: Ini lima kunci proses digitalisasi UMKM agar berkembang dan naik kelas

Menurutnya, di era digitaslisasi saat ini, pelaku UMKM lebih baik memasarkan atau menjual produknya lewat media sosial seperti Instagram atau youtube. 

“Pengalaman kami tidak musti lewat e-commerce, karena value added itu lebih baik commercial commerce seperti youtube atau instagram. Metode-metode ini bisa pesan langsung kepada UMKM. Tidak musti lewat e-commerce yang ada,” ujar Perry. 

Di sisi lain, Perry mengharapkan agar UMKM bisa go digital. Selain memasarkan di dunia maya, UMKM dinilai harus memanfaatkan metode pembayaran digital baik melalui fintech dan digital banking.

Tujuannya, agar UMKM dalam memfasilitasi konsumennya dengan cepat dan akurat dalam proses pembayaran. 

“kami melakukan digitalisasi sitem pembayaran, sistem ekonomi, semua metode pembayaran pakai QRIS, sudah 4,3 juta UMKM disambungkan lewat QRIS,” ujar Perry. 

Baca Juga: OJK: Pengawasan terintegrasi sektor keuangan sangat diperlukan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×