kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Gubernur BI: Likuiditas valas masih lebih dari cukup


Rabu, 06 Mei 2020 / 21:17 WIB
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan konferensi pers melalui fasilitas live streaming di Jakarta, Kamis (9/4/2020).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menekankan bahwa likuiditas valuta asing (valas) masih lebih dari cukup bahkan untuk keperluan bayar dividen di pertengahan tahun dan bagi perusahaan yang harus membayar pokok utang dan bunga jatuh tempo di kuartal II-2020.

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, ini disebabkan oleh kebutuhan untuk valas yang jauh lebih rendah dari pola-pola sebelumnya dan didukung oleh kebijakan BI untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) valas.

Baca Juga: Gubernur BI: BI mati-matian menstabilkan rupiah

"Penurunan GWM valas itu bisa meningkatkan likuiditas valas di perbankan sekitar US$ 3,2 miliar. Lalu defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) diperkirakan bisa lebih rendah di kuartal I dan II," kata Perry, Rabu (6/5) via video conference.

Secara terperinci, CAD yang diperkirakan lebih rendah tersebut bisa diartikan bahwa kegiatan impor bisa lebih rendah dari ekspor, sehingga kebutuhan dollar untuk impor jadi lebih rendah.

Selain itu, kebutuhan dollar untuk kegiatan perjalanan ke luar negeri seperti liburan, perjalanan bisnis, dan umrah juga lebih rendah akibat Covid-19 yang menyebabkan adanya kebijakan lockdown di beberapa negara dan larangan bepergian.

Baca Juga: Masih loyo, begini strategi Sri Mulyani jaga rupiah

"Jadi memang iya perusahaan perlu membayar pokok dan bunga, tapi kebutuhan kita akan dollar jauh lebih rendah. Jadi likuiditas valas, likuiditas dollar jauh lebih dari cukup," tambah Perry.

Terakhir, Perry juga mengatakan bahwa likuiditas dollar yang terjaga juga didukung oleh bank-bank yang menyimpan kelebihan likuiditasnya di term deposit valas bank sentral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×