kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Gini Rasio Indonesia Turun, Tapi Ketimpangan di Kota Masih Tinggi


Jumat, 25 Juli 2025 / 09:38 WIB
Gini Rasio Indonesia Turun, Tapi Ketimpangan di Kota Masih Tinggi
ILUSTRASI. Pemulung menyeberang Jalan Asia Afrika. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia turun pada Maret 2025. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ada kabar baik soal ketimpangan ekonomi di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia turun pada Maret 2025. 

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa Gini Rasio Indonesia per Maret 2025 berada di angka 0,375, turun 0,006 poin dari posisi 0,381 pada September 2024. 

Artinya, secara nasional, distribusi pengeluaran masyarakat Indonesia sedikit lebih merata.

Baca Juga: Pendapatan Perkapita Jakarta Versus Indonesia, Bagaikan Langit dan Bumi

"Nilai Gini Rasio ini berada antara 0 sampai dengan 1. Semakin tinggi atau semakin mendekati 1, maka semakin tinggi ketimpangannya," ujar Ateng dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (25/7).

Namun, ketika datanya dipecah antara kota dan desa, ceritanya jadi berbeda. Ketimpangan di perkotaan masih jauh lebih tinggi dibanding pedesaan.

Pada Maret 2025, Gini Rasio perkotaan tercatat sebesar 0,395, turun 0,007 poin dari 0,402 di September 2024.

Sementara itu, di wilayah pedesaan, Gini Rasio tercatat 0,299, juga mengalami penurunan 0,009 poin dibandingkan September tahun lalu.

"Saya katakan ketimpangan kota lebih tinggi dibandingkan tadi ketimpangan desa yang di desa hanya 0,299," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×