kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.142   28,00   0,16%
  • IDX 7.493   34,24   0,46%
  • KOMPAS100 1.036   6,95   0,67%
  • LQ45 746   -0,65   -0,09%
  • ISSI 271   2,08   0,77%
  • IDX30 400   -0,73   -0,18%
  • IDXHIDIV20 486   -4,36   -0,89%
  • IDX80 116   0,49   0,43%
  • IDXV30 135   -0,15   -0,11%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Garap infrastruktur, PU butuh Rp 89 triliun


Kamis, 06 September 2012 / 19:12 WIB
ILUSTRASI. Ka'bah. Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Garap proyek infrastruktur di Tanah Air, Kementerian Pekerjaan Umum mengaku membutuhkan anggaran di tahun 2013 sebesar Rp 89 triliun. Namun, dalam pagu anggaran rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2013, PU hanya memperoleh Rp 69,15 triliun.

Ini berarti, Kementerian Pekerjaan Umum masih kekurangan anggaran sebesar Rp 20,3 triliun, antara pagu anggaran 2013 dengan kebutuhan yang diusulkan. "Kami bisa mengusahakannya dengan menggandeng swasta," ujar Djoko yang berkomitmen mencari solusi dari kekurangan dana proyek itu saat ada di Jakarta, Kamis (6/9).

Dana yang masuk dalam pagu anggaran RAPBN 2013 itu terdiri dari rupiah murni Rp 61,32 triliun serta pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN) Rp 7,83 triliun.

Perlu diketahui, kebutuhan dana proyek infrastruktur se-Indonesia awalnya mencapai Rp 122 triliun. Kebutuhan dana itu mengacu pada usulan proyek yang diajukan bupati dan walikota se-Nusantara. Setelah di evalusi oleh Kemen PU, nilai proyek infrastruktur tersebut menyusut menjadi Rp 89 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×