kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Gapki Harap Presiden Terpilih Bisa Atasi Tumpang Tindih Kebijakan Industri Sawit


Selasa, 13 Februari 2024 / 17:03 WIB
Gapki Harap Presiden Terpilih Bisa Atasi Tumpang Tindih Kebijakan Industri Sawit
ILUSTRASI. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menaruh harapan besar terhadap calon presiden (Capres) 2024. . REUTERS/Lim Huey Teng


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menaruh harapan besar terhadap calon presiden (Capres) 2024. 

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan pihaknya berharap nantinya presiden yang terpilih dapat mengatasi masalah tumpang tindih kebijakan di industri sawit. Sebab, banyaknya kebijakan yang tak selaras ini menurutnya yang kerap menjadi polemik di sektor persawitan. 

"Dengan kejadian-kejadian tersebut menyebabkan tidak ada kenyamanan berusaha atau juga kepastian berusaha di industri sawit," jelas Eddy pada Kontan.co.id, Selasa (13/2). 

Baca Juga: Gapki Prediksi Ekspor Minyak Sawit RI Turun, Ini Penyebabnya

Eddy mengatakan bahwa saat ini terlalu banyak Kementerian dan Lembaga (K/L) yang berwenang terhadap komoditas sawit. Sehingga tak jarang setiap K/L memiliki kebijakan berbeda. 

Padahal menurutnya, kegiatan berusaha di komoditas sawit harusnya dipermudah. Mengingat, industri sawit merupakan salah satu sektor yang menyokong perekonomian Indonesia. 

"Ini sudah terbukti industri sawit menyumbangkan devisa yang sangat besar, tanpa sawit neraca perdagangan Indonesia akan negatif," jelas Eddy. 

Baca Juga: Gapki Minta Pemerintah Cabut Kebijakan DMO Sawit

Untuk itu, ke depan ia meminta agar ada perbaikan dalam tata kelola industri sawit. Sehingga industri sawit tetap bisa menjadi penopang ekonomi Indonesia. 

Diketahui, hajatan pemilu sudah semakin dekat. Besok, Rabu (14/2), masyarakat akan melakukan agenda pemilihan pemimpin baik presiden, pemerintah daerah. 

Masyarakat diharap cermat memilih pemimpin ke depan, terlebih ini berkaitan dengan masa depan Indonesia.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×