kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Formula interkoneksi jangan rugikan operator


Senin, 21 Agustus 2017 / 20:14 WIB


Reporter: Ramadhani Prihatini | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Penetapan formula tarif interkoneksi yang ditargetkan selesai akhir bulan ini diharapkan tidak merugikan operator. Pengamat telekomunikasi menilai pemerintah juga harus memperhatikan formula penghitungan dengan tepat.

Pengamat telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Joseph Matheus Edward menyatakan, formula baru yang akan ditetapkan pemerintah jangan sampai merugikan operator.

Ia bilang formula tarif interkoneksi harus dihitung berdasarkan pertimbangan Capital Expenditure (capex), serta Operational Expenditure (opex), dan persepsi kualitas masyarakat.

"Formula yang baru harus dilakukan verifikasi agar operator tidak dirugikan," kata Ian kepada KONTAN, Senin (21/8).

Formula tarif baru harus bisa memberikan keuntungan bagi operator pemilik jaringan yang besar maupun kecil. Sehingga jaringan telekomunikasi bisa terus berkembang.

Dia menyatakan setelah pemerintah menetapkan tarif interkoneksi yang baru, harus bisa mewajibkan operator membangun jaringan lebih luas.

"Jadi kewajiban untuk membangun jaringan bisa tetap dilakukan," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×