kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Fitch Beri Warning! Ini yang Bisa Bikin Peringkat Utang Indonesia Tertekan


Minggu, 25 Oktober 2026 / 13:04 WIB
Fitch Beri Warning! Ini yang Bisa Bikin Peringkat Utang Indonesia Tertekan
ILUSTRASI. Per Juni 2026, total utang pemerintah sudah Rp 10.293,69 triliun, atau setara 41,26% produk domestik (AI/ChatGPT/Wahyu Tri Rahmawati)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitch Ratings mengingatkan sejumlah risiko yang dapat memicu tekanan terhadap peringkat kredit Indonesia. 

Risiko tersebut mencakup pelemahan kerangka kebijakan, kenaikan beban utang pemerintah, hingga penurunan tajam cadangan devisa.

Dalam laporan bertajuk Indonesia’s Policy Uncertainty, External Headwinds Cloud Growth Outlook yang dirilis pada 21 Oktober 2026, Fitch mencantumkan tiga faktor yang dapat memicu tindakan negatif terhadap peringkat kredit Indonesia.

Pertama, meningkatnya kerentanan makroekonomi, misalnya akibat pelemahan lebih lanjut pada kerangka kebijakan. Kedua, kenaikan signifikan beban utang pemerintah secara keseluruhan akibat lonjakan defisit anggaran atau kewajiban kontinjensi. Ketiga, penurunan tajam cadangan devisa.

Sorotan terhadap cadangan devisa muncul di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian pasar keuangan. Fitch mencatat cadangan devisa Indonesia turun dari US$ 156,5 miliar pada akhir 2025 menjadi US$ 145,3 miliar pada akhir Juli 2026.

Baca Juga: Peringkat Utang Indonesia Aman, Tapi S&P Soroti Risiko Ini

Cadangan devisa kemudian meningkat menjadi US$146,3 miliar pada akhir September 2026. Fitch memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan terus menggunakan intervensi cadangan devisa bersama instrumen lainnya untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas pasar.

Meski demikian, Fitch menilai tekanan terhadap kepercayaan investor masih menjadi risiko. Pelemahan sentimen investor yang kembali terjadi dapat menambah tekanan depresiasi terhadap rupiah.

"Sentimen investor yang rapuh dan intervensi valuta asing yang berkelanjutan dapat semakin membebani bantalan eksternal," dikutip dari laporan tersebut, Minggu (25/10/2026).

Fitch juga mencatat intervensi BI di pasar valuta asing berjangka telah berkontribusi terhadap peningkatan posisi neto short valuta asing, yang melampaui US$ 32 miliar pada akhir Agustus 2026.

Baca Juga: S&P Pertahankan Peringkat Utang Indonesia di BBB dan Jangka Pendek A-2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×