kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Faktor ini yang mengakibatkan potensi hujan ekstrem di Indonesia


Kamis, 02 Januari 2020 / 11:48 WIB
ILUSTRASI. Aliran udara basah dari Timur Afrika dapat mengakibatkan potensi hujan ekstrem pada tanggal 10-15 Januari. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama/17


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati memberikan pengumuman perkembangan prediksi cuaca terbaru dalam dua pekan ke depan yang patut diwaspadai pada saat Rapat Koordinasi Banjir Jabodetabek di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (2/1).

Menurutnya aliran udara basah dari Timur Afrika diperkirakan menuju wilayah Indonesia dan dapat mengakibatkan potensi hujan ekstrem pada tanggal 10-15 Januari 2020. Selanjutnya, pergerakan aliran udara basah juga masih akan berlanjut pada Januari akhir hingga pertengahan Februari 2020.

Baca Juga: BMKG: Potensi hujan lebat terjadi pada 2-7 Januari di wilayah Jabodetabek

"Aliran udara basah masuk ke Indonesia diperkirakan pada tanggal 10-15 Februari 2020 dan siklus berulang pada akhir Januari hingga pertengahan Februari 2020, ungkap Dwikorita.

Adapun sejumlah wilayah di Indonesia yang diprediksi akan terdampak hujan dengan intensitas tinggi hingga ekstrem tersebut meliputi Sumatera bagian tengah, Jawa, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan hingga tenggara.

Baca Juga: Mau ajukan klaim asuransi properti dan mobil yang kebanjiran? Cek ini dulu

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu sebagai antisipasi kemungkinan bencana yang dapat berpotensi terjadi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×